Main Menu

Jaksa Agung Yakin Presiden Takkan Intervensi Kasus BW

Iwan Sutiawan
11-10-2015 14:45

Jaksa Agung Muhammad Prasetyo (Antara/Akbar Nugroho Gumay)

Jakarta, GATRAnews - Jaksa Agung H Muhammad Prasetyo mengaku yakin jika Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak akan mengintervensi kasus keterangan palsu dengan tersangka Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) non aktif Bambang Widjojanto (BW).

Prasetyo, akhir pekan ini kepada wartawan, di Jakarta, mengatakan, Presiden Jokowi tidak akan mendeponeering atau mengesampingkan perkara demi kepentingan umum perkara BW, karena itu tersebut merupakan hak prerogatif jaksa agung.

"Saya yakin Presiden tidak akan intervensi, beliau tahu persis. Yang pasti, hukum harus berjalan dengan koridornya. Kita akan selesaikan sesuai prosedur dan ketentuan yang ada," tandas Presetyo.

Sebelumnya, Presiden Jokowi saat kunjungan kerja di Sukoharjo, Sabtu lalu (3/10), menilai positif usulan sejumlah akademisi untuk menghentikan (deponeering) kasus BW. Ia akan mempertimbangkan usulan tersebut.

BW merupakan tersangka kasus menyuruh saksi memberi keterangan palsu dalam sidang perkara sengketa Pilkada Kotawaringin Barat di Mahkamah Konstitusi (MK) pada tahun 2010 silam.

Saat itu, BW menjadi kuasa hukum calon bupati Kotawaringin Barat, Ujang Iskandar yang menggugat ketetapanan KPUD setempat yang memenangkan Sugianto Sabran. Kemudian, MK menganulir ketetapan tersebut dan menyatakan Ujang sebagai pemenang pilkada.

Atas perbuatan itu, Bareskrim Polri menyangka BW melanggar Pasal 242 ayat (1) KUHP juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP juncto Pasal 55 ayat (1) ke-2 KUHP juncto Pasal 56 ke-2 KUHP dan atau menyuruh menempatkan keterangan palsu ke dalam akta otentik sebagaimana yang dimaksud dalam Pasal 266 ayat (1) KUHP juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP juncto Pasal 55 ayat (1) ke-2 KUHP juncto Pasal 56 KUHP.

Saat ini, Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat (Kejari Jakpus) sedang meneliti perkara yang membelit BW tersebut. Kemudian, jaksa akan  melimpahkannya ke pengadilan untuk disidangkan.


Reporter: Iwan Sutiawan
Editor: Tian Arief

Iwan Sutiawan
11-10-2015 14:45