Main Menu

Kejagung Masih Kembangkan Kasus Korupsi Bus Listrik

Iwan Sutiawan
11-10-2015 16:26

Kejaksaan Agung RI (Gatra/Dharma Wijayanto)

Jakarta, GATRAnews - Kejaksaan Agung (Kejagung) masih mengembangkan kasus korupsi pengadaan 16 unit bus mobil listrik di Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek), yang dananya dari APBN-Perubahan tahun 2013, setelah menetapkan Direktur PT Sarimas Ahmadi Pratama, Dasep Ahmadi (DA), sebagai tersangka.

"Kan Dasep sudah tersangka. Kalau sudah selesai, kita akan limpahkan ke pengadilan. Nanti berikutnya akan ada kelanjutannya. Kita lihat nanti seperti apa," kata Jaksa Agung H Muhammad Prasetyo, di Jakarta, akhir pekan ini.

Sebelumnya, penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Agung (Kejagung) kembali menetapkan Dasep Ahmadi sebagai  tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan mobil listrik, setelah sebelumnya menjadi tersangka kasus dugaan pengadaan 16 mobil listrik senilai Rp 32 milyar.

"Tim penyidik pada Bidang Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung RI, akhirnya menetapkan DA (Dasep Ahmadi), Direktur PT Sarimas Ahmadi Pratama sebagai tersangka," kata Amir Yanto, Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung.

Penyidik menetapkan Dasap sebagai pesakitan atas pengadaan di Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek) berdasarkan Surat Perintah Penyidikan (Sprindik) Nomor: Print – 101/F.2/Fd.1/09/2015, tanggal 28 September 2015, setelah mengantongi bukti permulaan yang cukup.

"Dari laporan hasil perkembangan penyelidikan dugaan tindak pidana korupsi dalam pengadaan bus listrik anggaran APBN-P tahun 2013 pada Kementerian Riset dan Teknologi oleh PT Sarimas Ahmadi Pratama sebanyak 16 unit, telah ditemukan bukti yang cukup tentang terjadinya tindak pidana korupsi," kata Amir.

Penetapan tersangka Dasep mengingat dalam kegiatan pengadaan bus listrik sebanyak 16 unit senilai kurang lebih Rp 74 milyar tersebut, telah dilakukan pembayaran penuh (100%). Padahal, diduga pekerjaan pengadaannya belum selesai.


Reporter: Iwan Sutiawan
Editor: Tian Arief

Iwan Sutiawan
11-10-2015 16:26