Main Menu

Presiden Jokowi: Tindaklanjut Hasil Pemeriksaan BPK!

Nur Hidayat
12-10-2015 18:09

Ketua BPK Harry Azhar Azis (kiri) menyerahkan hasil laporan semester kepada Presiden Jokowi (GATRAnews/dok)

Jakarta, GATRAnews - Presiden Joko Widodo hari ini menerima Ketua Badan Pemeriksa Keungan (BPK) Harry Azhar Azis di Istana Merdeka. Turut hadir juga para anggota BPK: Agung Firman, Rizal Djalil, Agus Joko Pramono dan Achsanul Qosasi. Dalam pertemuan itu, Ketua BPK menyampaikan Ikhtisar Hasil Pemeriksaan Semester (IHPS) I Tahun 2015.

“Kami melaporkan Hasil Laporan Semester I 2015 dan Laporan Hasil Pemeriksaaan yang merupakan hasil pemeriksaan pada pemerintah pusat, pemerintah daerah, BUMN dam BUMD,” ujar Ketua BPK di Kompleks Istana Kepresidenan, Senin (12/9).

Pada rilis yang diterima Gatranews, Harry memastikan bahwa keterbukaan dan tanggung jawab keuangan negara telah mengalami perbaikan dengan meningkatnya opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Pada hasil pemeriksaan atas Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Tahun 2014, BPK memberikan opini WTP kepada 61 Laporan Keuangan Kementerian Negara/Lembaga (LKKL) atau 71%. “Lima tahun yang lalu hanya 57%, meski tahun ini masih ada yang mendapatkan opini Tidak Memberikan Pendapat (TMP) kepada 7 LKKL,” sebutnya.

Jokowi pun menyampaikan apresiasi atas hasil pemeriksaan BPK. “Saya menyambut gembira hasil audit tersebut karena terjadi peningkatan kinerja pada instansi pemerintah dan lebih baik dari hasil tahun-tahun sebelumnya,” ujar Presiden.

Jokowi langsung memerintahkan menteri-menteri yang hadir mendampinginya pada pertemuan itu, yakni Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Politik Hukum dan Keamanan Luhut Pandjaitan, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, dan Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo untuk mengawal tindaklanjut hasil pemeriksaan BPK.

Untuk pemerintah daerah, Ketua BPK menjelaskan bahwa sekarang telah mencapai angka 50% yang mendapatkan opini WTP yang juga mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2013, dimana yang mendapatkan opini WTP hanya 30%. “Bahkan tahun 2009 masih 3% yang memperoleh WTP,” ungkap Harry.

Selama semester I 2015, BPK telah menyampaikan 24.169 rekomendasi senilai Rp 15,66 Triliun kepada entitas yang diperiksa. “Dari jumlah tersebut, 24 persen telah ditindaklanjuti sesuai rekomendasi, 37 persen belum sesuai atau dalam proses tindak lanjut, 38% belum ditindaklanjuti serta 0,01% rekomendasi tidak ditindaklanjuti,” pungkas Ketua BPK.


Reporter: FLY

Editor: Nur Hidayat

Nur Hidayat
12-10-2015 18:09