Main Menu

Mantan Petinggi Pertamina Divonis 5 Tahun Penjara

Iwan Sutiawan
20-10-2015 09:50

Suroso Atmomartoyo di depan sidang pengadilan (Antara/M. Agung Rajasa)

Jakarta, GATRAnews - Majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta memvonis mantan Direktur Pengolahan PT Pertamina, Suroso Atmomartoyo, pidana penjara selama 5 tahun dan denda Rp 200 juta subsider enam bulan kurang penjara.

"Menjatuhkan pidana kepada terdakwa Suroso Atmomartoyo 5 tahun dan pidana denda sebesar Rp 200 juta, dengan ketentuan, apabila denda tidak dibayar, maka diganti dengan kurungan enam bulan penjara," kata Casmaya, Ketua Majelis Hakim, saat membacakan amar putusan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Selasa dinihari (20/10).

Suroso secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara berlanjut sebagaimana dakwaan alternatif kedua jaksa penuntut umum dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Adapun dakwaan alternatif kedua tersebut, yakni melanggar Pasal 12 huruf b Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 64 ayat (1) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

Hal yang memberatkan majelis dalam memvonis terdakwa Suroso, yakni tidak mendukung program pemerintah dalam memberantas tindak pidana korupsi dan mencoreng nama Indonesia di kancah internasional.

"Hal yang meringankan, saudara belum pernah dihukum, terdakwa mempunyai tanggungan keluarga, terdakwa belum sempat menikmati hasil kejahatannya, dan terdakwa telah mengabdi kepada Pertamina," kata Casmaya.

Atas vonis 2 tahun lebih rendah dari tuntutan jaksa penuntut umum KPK yang meminta majelis hakim menghukum terdakwa Suroso selama 7 tahun penjara dan denda Rp 250 juta subsider 6 bulan kurungan penjara itu, Suroso menyatakan banding. "Menurut saya, putusan harus bulat. Jadi kami mengajukan banding," tandasnya.


Reporter: Iwan Sutiawan
Editor: Tian Arief

Iwan Sutiawan
20-10-2015 09:50