Main Menu

PPP Kubu Romy Belum Bisa Komentari Putusan MA

Iwan Sutiawan
21-10-2015 11:09

Ketua Umum DPP PPP versi Muktamar VIII Surabaya M Romahurmuziy (ANTARA/Andika Wahyu)

Jakarta, GATRAnews - Partai Pesatuan Pembangunan (PPP) versi Muktamar VIII Surabaya, Jawa Timur (Jatim), belum bisa mengomentari tentang putusan Kasasi Mahkamah Agung (MA) yang memenangkan PPP versi Muktamar VIII Jakarta di bawah pimpinan Djan Faridz.

"Bahwa sampai saat ini, kami belum bisa memberikan tanggapan hukum sampai diterimanya salinan putusan tersebut," kata M Romahurmuziy (Romy), Ketua Umum DPP PPP versi Muktamar VIII Surabaya kepada GATRAnews, di Jakarta, Rabu (21/10).

Namun demikian, Romy menegaskan, apa pun hasil putusan Kasasi MA, secara hukum tidak bisa digunakan sebagai dasar keabsahan kepengurusan Muktamar VIII PPP di Jakarta, tahun 2014 lalu.

"Kepengurusan yang menyebut dirinya sebagai Muktamar VIII PPP di Jakarta tahun 2014 di bawah Djan Faridz, tidak pernah mendapatkan keabsahan dari institusi negara atau lembaga manapun, termasuk dengan adanya putusan Kasasi MA.

"Karenanya, yang bersangkutan (pengurus hasil Muktamar PPP Jakarta) tetap tidak berhak menyatakan dirinya untuk dan mewakili PPP, pada tingkatan apapun," tegas Romy.

Dengan demikian, lanjut Romy, roda organisasi PPP tetap berjalan di bawah kepemimpinan pengurus hasil Muktamar VIII PPP di Surabaya hingga adanya pencabutan Surat Keputusan (SK) Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkum HAM) tanggal 28 Oktober 2014 tentang Susunan Pengurus DPP PPP hasil Muktamar VIII PPP Surabaya.

"Menyerukan kepada seluruh fungsionaris PPP untuk tenang, tetap kompak, dan menunggu arahan selanjutnya," kata Romy.



Editor: Tian Arief

Iwan Sutiawan
21-10-2015 11:09