Main Menu

Kejagung Tetapkan Gatot Jadi Tersangka Korupsi Bansos

Iwan Sutiawan
02-11-2015 23:12

Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Arminsyah (GATRAnews/Adi Wijaya)

Jakarta, GATRAnews - Penyidik pidana khusus Kejaksaan Agung (Kejagung) menetapkan Gubernur Sumatera Utara (Sumut) non aktif Gatot Pujo Nugroho sebagai tersangka kasus korupsi dana bantuan sosial (Bansos) atau hibah Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut tahun 2013.

"Kita menetapkan dua tersangka, Gatot, Gubernur non aktif, dan saudara Eddy Sofyan, Kepala Badan Kesbanglinmas," kata Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Arminsyah, di Jakarta, Senin (2/11).

Penetapan tersangka dilakukan setelah tim menggelar ekspos dan menemukan dua alat bukti permulaan yang cukup.

"Kedua orang ini (Gatot dan Eddy) kedapatan dua alat bukti, bahwa terutama Pak Gatot, tidak melakukan verifikasi terhadap penerima-penerima hibah dan juga dalam penetapan SKPD yang mengelola," ungkap Arminsyah.

Sedangkan tersangka Eddy, meloloskan data-data yang sebenarnya belum lengkap, antara lain keterangan tentang sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang tidak diketahui oleh desa setempat.

"Anggaran sementara yang bisa ditemukan sekitar Rp 2,2 milyar kerugian negaranya, dan ini nanti bisa berkembang lagi. Ini 2013-nya, jadi masih berkembang," kata Arminsyah.

Sebelumnya, Ketua Tim Penyidik Perkara Bansos Sumut pada Jampidsus, Victor Antonius, mengatakan, sudah memeriksa lebih dari 250 orang saksi. Bahkan, tercatat ada 17 LSM fiktif yang terbukti menerima dana Bansos di Sumut periode 2011-2013. Fakta tersebut ditemukan setelah tim penyidik Kejagung melakukan investigasi ke Sumut pekan lalu.

Dari hasil pemeriksaan BPK, Pemprov Sumut pada 2013 menganggarkan belanja hibah dan Bansos sebesar Rp 2,15 trilyun dan Rp 76,05 milyar. Dari jumlah tersebut, yang terealisasi adalah Rp 1,83 trilyun untuk Bansos dan Rp 43,71 milyar.


Reporter: Iwan Sutiawan
Editor: Tian Arief

Iwan Sutiawan
02-11-2015 23:12