Main Menu

Kejagung Periksa Dua Pegawai Merpati Terkait Korupsi Tiket

Iwan Sutiawan
04-11-2015 01:31

Kejaksaan Agung (GATRA/Dharma Wijayanto)

Jakarta, GATRAnews - Penyidik pidana khusus Kejaksaan Agung (Kejagung) memeriksa dua pegawai PT Merpati Nusantara Airlines dalam kasus korupsi penjualan tiket pesawat maskapai tersebut, di Distrik Jakarta, tahun 2009 sampai dengan 2012.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Amir Yanto, di Jakarta, Selasa malam (3/11), mengatakan, kedua karayawan tersebut, masing-masing Mardali (Officer Sales Revenue) dan M Rozali (pegawai PT Merpati Nusantara Airlines Distrik Jakarta). Keduanya menjalani pemeriksaan sebagai saksi.

Kepada M Rozali, penyidik menanyakan tentang kronologis pelaksanaan verifikasi dan klarifikasi pemasukan uang hasil penjualan hingga ditemukannya kejanggalan atas selisih hasil penjualan tiket pesawat Merpati di Distrik DKI Jakarta.

Sedangkan terhadap saksi Mardali, penyidik menanyakan tentang pelaksanaan monitoring atas pelaksanaan verifikasi dan klarifikasi atas ditemukannya kejanggalan dari selisih keuntungan pengelolaan tiket hasil penjualan untuk Distrik Jakarta, serta dugaan tidak disetorkannya beberapa tiket hasil penjualan.

Dalam kasus ini, Kejagung telah menetapkan empat orang tersangka, yakni  Hendro Cahyono, mantan Distrik Manager Jakarta PT Merpati Nusantara Airlines, dan Bambang Prajoko, mantan Administration dan Account Manager Distrik Jakarta PT Merpati Nusantara Airlines.

Kemudian, Rucie Novihari (RN) selaku Chief Ticketing Distrik Jakarta dan Asrianto (AS) selaku Manager Distrik Cabang Jakarta. Keduanya menjadi pesakitan berdasarkan Surat Perintah Penyidikan (Sprindik) masing-masing Nomor: Print-102/F.2/Fd.1/09/2015, tanggal 29 September 2015, dan Nomor: Print-103/F.2/Fd.1/09/2015, tanggal 29 September 2015.

Kasus yang diduga merugikan negara milyaran rupiah ini, modusnya sangat sederhana, yakni merekayasa jumlah penumpang yang berangkat. Penumpang yang berangkat di-refund atau dilaporkan seolah-olah dibatalkan.

Setelah itu, megurangi invoice jumlah penjualan tiket penumpang selama tahun 2010-2013 sehingga akibat ulah dua tersangka di atas negara diduga mengalami kerugian keuangan hingga milyaran rupiah.


Reporter: Iwan Sutiawan
Editor: Tian Arief

Iwan Sutiawan
04-11-2015 01:31