Main Menu

Jaksa Agung: Saksi IPT, Kalau Tak Salah Tak Perlu Takut

Iwan Sutiawan
13-11-2015 14:28

Jaksa Agung H Muhammad Prasetyo (GATRAnews/Adi Wijaya)

Jakarta, GATRAnews - Jaksa Agung H Muhammad Prasetyo mengatakan, Warga Negara Indonesia (WNI) yang menjadi saksi di  International People's Tribunal (IPT), di Belanda, tidak perlu takut kembali ke Tanah Air.
 

"Kenapa harus takut? Nggak perlu takut. Kembali ya kembali saja, kan tidak ada masalah lagi. Kalau takut, berarti salah, kan? Kalau nggak salah, ya datang saja ke sini. Nanti datang ke Kejagung, nanti kita ini ya," kata Prasetyo kepada wartawan, di Kejaksaan Agung (Kejagung), Jakarta, Jumat (13/11).

Pucuk pimpinan Kejagung ini menilai, putusan IPT tentang peristiwa tahun 1965 di Indonesia yang akan diketok hari ini, tidak akan berpengaruh terhadap pengusutan yang sedang dilakukan tim dari berbagi lembaga dan pihak korban. "Ya itu urusan di sana lah, enggak ya. Itu di sana juga pemerintah Belanda enggak dilibatkan kok," katanya.

Jaksa agung asal Partai Nasional Demokrat (NasDem) ini mengungkapkan, pihaknya telah menawarkan rekonsilisi atas peristiwa masa lalu itu kepad pihak keluarga korban.

"Kita sudah tawarkan itu, kita sudah sampaikan itu semua, tapi kan belum semuanya (instansi) sepakat. Kita harapkan segera ada pengertian dari semua pihak," tandasnya.

Pemerintah akan menyelesaikan perkara di masa lalu agar tidak  terus menerus menjadi onak setiap rezim pemerintahan dan 'warisan abadi'. Rekonsiliasi merupakan pilihan yang tepat mengingat kasus tersebut sudah sangat lama.

"Bangsa ini tidak boleh tersandera terus oleh beban masa lalu, itu yang saya katakan. Sekarang coba kalian cari siapa tersangkanya, saksi-saksinya, bukti-buktinya," kata Prasetyo.


Reporter: Iwan Sutiawan
Editor: Tian Arief

 

Iwan Sutiawan
13-11-2015 14:28