Main Menu

Panglima TNI: Anggota yang Ditembak Polisi Sedang Mengejar Pencuri Mobil

Ervan
16-11-2015 09:09

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo saat menyampaikan keterangan pers bersama petinggi TNI lainnya (GATRAnews/dok)

Jakarta, GATRAnews - Panglima TNI bersama Kasad, Wakasal dan Aspers Kasau menyampaikan keterangan bahwa benar pada  tanggal 13 November 2015 telah terjadi aksi penembakan terhadap Prajurit TNI, lebih jelasnya anggota Detasemen Intelijen Kodam III/Siliwangi oleh anggota Buser Polres Muara Enim di wilayah Lubuk Linggau. Akibatnya, dua Prajurit TNI luka-luka yaitu Kapten Chb Edi, terkena tembak di bagian perut kanan dan Serda Denden terkena tembak di bagian paha.

"Dalam peristiwa tersebut, benar bahwa anggota tersebut bersama rekannya dalam 1 tim sebanyak delapan orang dibawah pimpinan Kapten Edi, sedang melaksanakan tugas satuan dengan di lengkapi surat perintah, dalam rangka melaksanakan pengejaran terhadap pelaku pencurian mobil milik Puskopad  Kodam III/Siliwangi yang dicuri dan di jual kepada komplotan penadah mobil curian diwilayah Lampung," jelas Panglima dalam siaran pers yang diterima, Senin (16/11).

Terkait hal kejadian tersebut, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menyampaikan bahwa dimana sebelummnya Satuan Den Intel Kodam III/Siliwangi telah melakukan langkah-langkah, antara lain membuat laporan kepolisian tentang hilangnya kendaraan tersebut ke Polrestabes Bandung, kemudian membantu mencari dan melakukan penangkapan terhadap pelaku pencurian mobil tersebut yakni seseorang bernama Yudas di Jl. Otista  Kecamatan Leles, Kabupaten Garut.

Selanjutnya melakukan koordinasi awal dengan unit Intel  Kodim Lubuk Linggau, untuk melakukan penjajakan terhadap lokasi keberadaan mobil curian. Dalam pelaksanaan tugasnya, Den Intel Kodam III/Siliwangi telah berhasil menangkap tiga orang pelaku sindikat pencurian dan penadahan mobil, antara lain Herman di daerah  Lampung, Edi di Muara Enin dan Triono (mantan anggota Polri) di Prabumulih.

Selanjutnya saat sedang mengintai peaku yang disebut sebagai "Deni" di wilayah Lubuk Linggau, tiba-tiba tim dikepung lima unit mobil dan disergap oleh Buser Muara Enim. Saat itulah terjadi aksi penembakan oleh anggota Buser terhadap tim TNI dalam posisi tiarap yang mengakibatkan 2 anggota TNI luka tembak.

“Perlu ditegaskan pula bahwa anggota TNI tidak melakukan perlawanan sama sekali saat disergap dan di lucuti senjatanya, karena memang sedang fokus melaksanakan tugas dan tidak memiliki latar  belakang masalah dengan pihak kepolisian, sehingga semua yang diperintahkan oleh anggota Buser Polres dipatuhi dan di ikuti (tiarap, angkat tangan dan dilucuti senjata sekalipun,” Jenderal TNI Gatot Nurmantyo. 

Kejadian kedua di tempat berbeda yaitu di RS Umum Daerah Siti Aisiah. Sekitar pukul 00.00 WIB, anggota Den Intel Kodam III/Siliwangi tiba di RSUD Siti Aisiah untuk melihat 2 korban aksi penembakan. Namun saat itu telah ada 2 anggota Polres Muara Enim. Tiba-tiba 2 anggota Polres tersebut mengeluarkan senjata organiknya.

Begitu melihat anggota Polres mengeluarkan senjata, anggota Den Intel segera melakukan tindakan pengamanan. Tetapi anggota Polres tersebut melakukan perlawanan sehingga senjata api tersebut meletus ke arah bawah sehingga memantul dan mengenai kaki salah seorang anggota Polres.

“Dalam peristiwa ini saya telah memerintahkan kepada seluruh Prajurit TNI jangan terpengaruh isu yang berkembang sehingga terprovokasi  dan melakukan hal-hal yang dapat memperkeruh suasana. Pegang teguh dan patuhi  instruksi Komandan Satuan masing-masing. Tetap pelihara dan terus tingkatkan kerja sama yang telah terjalin dengan baik dengan anggota Polri. Serahkan penyelesaian persoalan ini kepada Panglima TNI  dan Kapolri, yakinlah bahwa pimpinan kalian akan menyelesaikan secara profesional, adil dan menjungjung tinggi hukum,” tegas Panglima TNI.


Reporter: Ervan Bayu      

Editor: Nur Hidayat

Ervan
16-11-2015 09:09