Main Menu

ICW Anggap Jaksa Yudi ''Dibuang'' Bukan Dipromosikan

Iwan Sutiawan
17-11-2015 22:09

Jaksa KPK Yudi Kristiana (ANTARA/Reno Esnir)

Jakarta, GATRAnews - Peneliti hukum dari Indonesia Corruption Watch (ICW) Lalola Easter, menilai janggal penarikan Jaksa Yudi Kristiana dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) oleh Kejaksaan Agung (Kejagung) dengan dalih pembinaan karir.

"Jadi ada yang janggal di balik 'promosi' Yudi ke Kejagung. Penarikan Yudi Ini lebih tepat 'dibuang' daripada dipromosikan," kata Lalola, di Jakarta, Selasa (17/11).

Lalola mensinyalir demikian, karena sesuai informasi, Yudi baru menandatangani kontrak kedua di KPK. Adapun kontrak itu berlaku selama 4 tahun. Artinya, sesuai kontrak, seharusnya Yudi bukan tahun ini kembali ke Kejaksaan.

"Bukan tidak mungkin dan dikhawatirkan penarikan ini adalah titipan dari pihak-pihak tertentu yang terganggu dengan kerja-kerja KPK, khususnya di bidang penyidikan," tandas Lalola.

Lebih jauh Lalola mengungkapkan, berdasarkan kabar, bukan hanya Yudi yang akan ditarik dari KPK, namun ada tujuh penyidik dari Polri yang juga akan ditarik oleh institusinya.

"Pimpinan KPK sebaiknya melihat penarikan Yudi kembali ke Kejagung sebagai upaya pelemahan KPK dan erat terkait dengan  penanganan kasus suap  Bansos di Provinsi Sumut," tandas Lalola.

Pimpinan KPK juga harus berani menolak penarikan oleh Kejagung karena alasan tenaga Yudi masih sangat dibutuhkan. Terlebih, Yudi masih menangani sejumlah perkara korupsi.


Reporter: Iwan Sutiawan
Editor: Tian Arief

Iwan Sutiawan
17-11-2015 22:09