Main Menu

Sopir Evy Antarkan Rp 50 Juta ke Kantor OC Kaligis

Iwan Sutiawan
23-11-2015 19:35

Gubernur Sumatera Utara non-aktif Gatot Pudjo Nugroho bersama istri Evy Susanti (ANTARA/Akbar Nugroho Gumay)

Jakarta, GATRAnews - Ramadan Taufik Sodikin, sopir yang bekerja untuk istri Gubernur Sumatera Utara non-aktif Gatot Pudjo Nugroho, Evy Susanti, mengakui pernah mengantarkan uang Rp 50 juta titipan majikannya ke kantor pengacara Otto Kaligis & Associates, untuk diberikan kepada Fransisca Insni Rahesti (Sisca).

Ramadan menyampaikan keterangan tersebut dalam kesaksiannya untuk terdakwa Patrice Rio Capella, mantan anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai Nasional Demokrat (NasDem), di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Senin (23/11).

Ia menuturkan, awalnya mendapat perintah dari Evy, untuk mengantarkan uang. "Yang mengantarkan sisa uang ke Bu Sisca, sekitar 20 Mei 2015, jam 5 sore. (Yang menyuruh) Ibu Evy. (Diambil dari) kantornya, Kebayoran Lama. Kantor klinik kecantikan Amara. Jumlahnya sekitar Rp 43 juta," tutur Ramadan, di hadapan majelis hakim.

Uang sejumlah Rp 43 juta itu dibungkus dalam amplop coklat. Setelah mengambilnya, Ramdan terlebih dahulu membawa uang itu ke apartemen untuk mengambil lagi sejumlah Rp 7 juta, sehingga total menjadi Rp 50 juta.

Setelah itu, Ramadan baru membawanya ke kantor OC Kaligis. "(Dikirim ke) kantor Pak OC, di parkirannya, di halaman parkir kantor OCK," katanya. Ia menuturkan, sesampainya di tempat parkir kantor OC Kaligis, kemudan mengirim pesan singkat kepada Sisca.

"Lalu Bu Sisca Samperin saya. Disuruhnya begitu," kata Ramadan.

Sementara itu, Gatot yang juga bersaksi untuk terdakwa Patrice Rio Capella, mengaku memberikan uang sejumlah US$ 150,000 atau setara Rp 1,5 milyar kepada OC Kaligis, yang merupakan kuasa hukumnya.

"Dalam konteks pendudukan perkara, kami memberikan sejumlah uang ke OC Kaligis US$ 150,000 atau Rp 1,5 milyar. Begitu yang kami maksudkan untuk Pak OC (sebagai lawyer fee)," katanya.

Sedangkan soal uang Rp 200 juta untuk Rio Capella, Gatot membantahnya sebagai pelicin pengurusan kasus dugaan korupsi dana bantuan sosial (Bansos) Pemerintah Provinsi Sumut. "Pada Rio Capella untuk islah. Karena diposisikan sebagai Sekjen NasDem," katanya.

Saat ditanya terkait hubungan perkara apa, Gatot mengatakan, "Yang saya tahu jaksa agung dari partai NasDem," katanya. Ia pun menambahakan, terdakw Rio Capella untuk berkomunikasi dengan jaksa agung dalam rangka "mendudukkan" perkara itu.


Reporter: Iwan Sutiawan
Editor: Tian Arief

Iwan Sutiawan
23-11-2015 19:35