Main Menu

Mandra Dihukum 1 Tahun Penjara

Iwan Sutiawan
18-12-2015 00:39

Direktur PT Viandra Production, Mandra Naih (GATRAnews/Adi Wijaya)

Jakarta, GATRAnews - Majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta menghukum Direktur PT Viandra Production Mandra Naih alias Mandra satu tahun penjara dan denda Rp 50 juta subsider 2 bulan kurungan.

Ketua Majelis Hakim Arifin saat membacakan amar putusan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kamis (17/12), mengatakan, komedian Betawi itu secara sah dan meyakinkan terbukti melakukan korupsi dalam pengadaan program siap siar di LPP TVRI tahun 2012.

Meski komedian yang ngetop lewat sinetron "Si Doel Anak Sekolahan" ini tidak terbukti melanggar dakwaan primer Pasal 2, namun terbukti melanggar Pasal 3 Undang-Undang (UU) Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

"Menyatakan terdakwa Haji Mandra terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana dakwaan subsider. Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa dengan pidana penjara selama satu tahun," kata Arifin.

Menurut hakim, meski tidak mengambil atau menikmati uang negara, namun terdakwa Mandra bersalah karena mengizinkan dan memberi kuasa kepada Andi Diansyah untuk menggunakan PT Viandra Production mengikuti pengadaan program Siap Siar di LPP TVRI dengan menyertakan tiga film dalam proses lelang.

Kemudian, Mandra juga mengetahui sejumlah dokumen perusahaanya sudah tidak memenuhi syarat untuk mengikuti pengadaan tersebut. Andi dan Iwan Chermawan memanfaatkan kuasa dan izin itu untuk menyetujui tiga kontrak film dan melakukan penggelembungan harga.

Menurut hakim, Mandra tidak mengawasi kuasa dan izin yang diberikannya, sehingga Andi menjadi leluasa menyalahgunakan kewenangan tersebut, yakni memalsukan tandatangan Mandra untuk perjanjian kontrak dengan TVRI, termasuk untuk menentukan harga yang telah dinaikkan.

Adapun uang sejumlah Rp 1,4 milyar yang ditransfer dari Iwan Chermawan ke rekening BCA atas nama Mandra, sesuai dengan harga pasar film milik Mandra. Namun di dalam kontrak, harga film itu lebih besar karena digelembungkan oleh Andi dengan cara memalsukan tanda tangan Mandra.

"Sehingga perbuatan terdakwa tersebut telah memperkaya orang lain, Iwan Chermawan, dan sejumlah pejabat di TVRI dalam pelaksanaan program Siap Siar tahun 2012," kata Arifin

Surat kuasa yang diberikan Mandra, juga dimanfaatkan Andi untuk memindahkan uang yang masuk dari TVRI ke rekening terdakwa di Bank Victoria ke rekening milik Iwan Chermawan.

Arifin menambahkan, seandainya Mandra tidak mengizinkan Andi dan Iwan menggunakan PT Viandra, tentu saja keduanya tidak dapat menandatangani kontrak dengan TVRI. Apalagi, bersekongkol menaikkan harga yang tak wajar sehingg merugikan keuangan negara Rp 12 milyar lebih.

Majelis tidak bulat memutus Mandra bersalah, karena Hakim Anggota Alexander Marwata berbeda pendapat (dissenting opinion). Hakim yang malam ini terpilih menjadi pimpinan KPK ini menyatakan, Mandra tidak punya niat menguntungkan diri sendiri dan Iwan Chermawan selaku Direktur Utama PT Media Arts Image.

Atas dasar itu, Alex menyatakan unsur menguntungkan diri sendiri dan orang lain tidak terbukti dalam perbuatan terdakwa Mandra. "Dengan tidak terbuktinya dakwaan primer dan subsider, maka terdakwa harus dibebaskan," tandasnya.

Adapun hal yang memberatkan Mandra yang menjadi pertimbangan hakim, yakni tidak mendukung upaya pemerintah memberantas korupsi. Sedangkan pertimbangan meringankan, mengakui perbuatan, menyesal, dan berjanji akan lebih hati-hati di kemudian hari agar perbuatan serupa tidak terulang kembali. Mandra juga tidak menikmati uang negara dan masih mempunyai tanggungan keluarga.

Atas vonis itu, Mandra menyerahkan sepenuhnya kepada penasehat hukum. Sementara penasehat hukumnya menyatakan pikir-pikir. Hal yang sama juga dilakukan jaksa penuntut umum.

Sebelumnya, jaksa menuntut Mandra dihukum satu tahun enam bulan penjara dan denda Rp 100 juta subsider enam bulan kurungan karena merugikan keuangan negara sebesar Rp 12.039.263.637 (Rp 12 milyar lebih).


Reporter: Iwan Sutiawan
Editor: Tian Arief

Iwan Sutiawan
18-12-2015 00:39