Main Menu

Kejagung Kumpulkan Rp 72,7 M dari Koruptor Selama 2015

Iwan Sutiawan
31-12-2015 03:26

Kejaksaan Agung (GATRA/Dharma Wijayanto)

Jakarta, GATRAnews - Kejaksaan Agung (Kejagung) hanya mampu mengeksekusi dana sejumlah Rp 72.744.319.412,14 atau Rp 72,7 milyar dari para koruptor selama tahun 2015. Dana sejumlah itu merupakan uang pengganti kerugian negara atas dana yang dikorupsi. Ada trilyunan rupiah yang belum dieksekusi meski perkaranya sudah berkekuatan hukum tetap (inkracht).

"Setoran uang pengganti dalam rangka pengembalian kerugian keuangan negara yang disetor ke kas negara Rp 72.744.319.412,14," kata Prasetyo, dalam konferensi pers refleksi akhir tahun 2015, di Kejagung, Jakarta, Rabu (30/12).

Uang pengganti adalah uang negara yang harus dikembalikan oleh koruptor berdasarkan putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap.

Jumlah di atas masih kalah besar dengan satu perkara yang belum dieksekusi, yakni uang pengganti kasus korupsi penggunaan 2,1 GHz/3G dengan terpidana mantan Direktur Utama PT Indosat Mega Media (IM2), Indar Atmanto, sejumlah Rp 1,3 trilyun dari IM2.

Selain uang pengganti sejumlah Rp 72,7 milyar, Kejaksaan juga telah mengeksekusi pidana denda sejumah 54.181.539.129 (Rp 54,1 milyar). Uang sejumlah ini pun menurut Prasetyo telah disetor ke kas negara.

Sedangkan untuk eksekusi pidana badan tindak pidana korupsi, Kejaksaan telah mengeksekusi sebanyak 565 koruptor ke dalam lembaga pemasyarakatan (Lapas) untuk menjalani hukuman.


Reporter: Iwan Sutiawan
Editor: Tian Arief

Iwan Sutiawan
31-12-2015 03:26