Main Menu

Rano Tantang KPK Jika Ada Bukti Wawan Berikan Duit Padanya

Iwan Sutiawan
07-01-2016 17:11

Gubernur Banten Rano Karno (GATRAnews/Adi Wijaya)

Jakarta, GATRAnews - Gubernur Banten Rano Karno menantang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mengusut bahwa dirinya telah menerima dana milyaran rupiah dari Tubagus Chaeri Wardhana alias Wawan, jika mempunyai bukti.

"Diproses saja lah," ujar Rano kepada wartawan, di gedung KPK, Jakarta, Kamis (6/1), usai menjalani pemeriksaan sebagai saksi bagi Presiden Direktur PT Banten Global Development (BGD) Ricky Tampinongkol, selaku tersangka kasus korupsi.

Politisi PDIP ini menyampaikan tantangan itu, saat wartawan mengonfirmasi soal klaim pengacara Wawan yang mengaku punya bukti tertulis tentang penyerahan uang tersebut kepada Rano Karno.

Aktor pemeran Si Doel dalam sinetron "Si Doel Anak Sekolahan" ini berani menantang KPK, karena merasa tidak pernah menerima duit Rp 11 milyar dari adik kandung mantan Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah itu . "Itu isu lama," ucapnya.

Kabar adanya aliran dana milyaran rupiah dari Wawan kepada Rano, mengemuka setelah kuasa hukum Wawan, Maqdir Ismail, menyampaikannya kepada media, pada Senin kemarin (5/1).

Menurut Maqdir, pemberian uang itu berlangsung beberapa kali, di antaranya saat Rano masih menjabat sebagai Wakil Bupati Tangerang periode 2008-2013.

"Itu ada iya. Pemberian ada yang sebelum pencalonan Wakil Gubernur, ketika itu Wakil Bupati. Ada juga sesudah terpilih (jadi Wakil Gubernur Banten)," katanya.

Menurut Maqdir, pemberian uang itu tercatat. Penyerahan uang dilakukan secara bertahap, misalnya ada nominal Rp 1 milyar, Rp 1,5 milyar, Rp 3,5 milyar, dan Rp 2,5 milyar. Uang-uang tersebut diantarkan beberapa anak buah Wawan.

Menurut informasi, pemberian uang dalam bentuk tunai terjadi sejak tahun 2011 hingga 2013. Penerimaan uang yang ditaksir hingga Rp 11 milyar itu selalu melalui staf atau ajudan Rano.

Uang yang diberikan bertahap itu sengaja tidak diterima Rano secara langsung untuk menghindari sorotan penegak hukum. Penerimaan lewat ajudan atau staf pribadi itu atas keinginan Rano. "Ada yang melalui anak buah pak Rano," ujar Maqdir.

Bahkan, kata Maqdir, kliennya telah melaporkan soal pemberian uang itu kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Namun, Maqdir mempertanyakan, apakah keterangan saksi dalam proses penyidikan dan laporan kliennya itu mau diusut KPK atau tidak.

"Waktu itu sudah disampaikan (pada) penyidik KPK. Jadi mestinya ditanya ke yang bersangkutan (Rano Karno) kan, ada atau enggak," ujar Maqdir.

Sementara KPK mengaku siap menindaklanjuti jika memang ada laporan dugaan aliran dana milyaran rupiah dari Wawan kepada Rano Karno.

"Mesti dipastikan dulu, apakah memang benar ada laporan tentang itu. Jika benar, akan ditelaah dan didalami terlebih dulu," kata Priharsa Nugraha, Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK, Rabu (6/1).

Karena belum mengetahui secara pasti, apakah adik Ratu Atut itu telah melaporkan hal itu, Priharsa pun belum bersedia memberikan keterangan lebih lanjut. Tapi ia kembali menegaskan, KPK akan mendalaminya jika Wawan telah malaporkannya, baik itu saat penyidikan perkara atau melalui Pengaduan Masyarakat (Dumas). "(Didalami) kalau emang benar dia sampein itu," ujarnya.


Reporter: Iwan Sutiawan
Editor: Tian Arief

Iwan Sutiawan
07-01-2016 17:11