Main Menu

Staf Legislator PDIP Lontarkan Makian Saat KPK Menahannya

Iwan Sutiawan
15-01-2016 01:53

Anggota Komisi V DPR RI Fraksi Partai Demokrasi Indonensia Perjungan, Damayanti Wisnu Putranti (ANTARA/Reno Esnir)

Jakarta, GATRAnews - Dessy A Edwin, staf anggota Komisi V DPR RI Damayanti Wisnu Putranti, melontarkan makian akan digelandang ke dalam sel Rumah Tahanan (Rutan) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). "Bangsat lo!" kata Dessy, saat dimasukkan ke dalam mobil tahanan di KPK, Jakarta, sekitar pukul 01.17 WIB, Jumat dinihari (15/1).

Selain ucapan tersebut, Dessy tidak mau menjawab berbagai pertanyaan wartawan, yang mencoba mengonfirmasi tentang dugaan kasus suap pengamanan proyek di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen-PUPR) tahun anggaran 2016.

KPK menahan Dessy di Rutan Pondok Bambu cabang KPK selama 20 hari ke depan demi kepentingan penyidikan, di antaranya tidak melarikan diri, menghilangkan alat bukti, dan mengulangi perbuatannya.

Dalam kasus ini, KPK menetapkan empat tersangka, masing-masing anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Damayanti Wisnu Putranti dan dua stafnya, Dessy A Edwin dan Julia Prasetyarini.

"Kepada ketiganya disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b, atau Pasal 11 Undang-Undang Tipikor Jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP," kata Agus.

KPK juga menetapkan Direktur Utama PT Windu Tunggal Utama (WTU), Abdul Khoir (AKH) selaku pemberi suap dan menjeratnya melanggar Pasal 5 Ayat (1) huruf a atau Pasal 5 Ayat (1) huruf b atau Pasal 33 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi.

Selain itu, penyidik KPK juga menyita uang sejumlah SGD 99,000 dari SGD 404.000 (sekitar Rp 3,9 milyar) total uang suap yang dijanjikan.


Reporter: Iwan Sutiawan
Editor: Tian Arief

Iwan Sutiawan
15-01-2016 01:53