Main Menu

Kasus Suap Damayanti, Ruang Kerja Politisi Golkar Turut Disegel

Iwan Sutiawan
15-01-2016 05:28

Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi PDIP, Damayanti Wisnu Putranti (ANTARA/Reno Esnir)

Jakarta, GATRAnews - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyegel ruangan anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan, Damayanti Wisnu Putranti, di Gedung DPR RI, Komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis siang (14/1).

Selain itu, penyidik juga menyegel ruang anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Budi Supriyanto. Penyegelan dua ruangan legislator Senayan itu terkait kasus suap pengamanan proyek di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen-PUPR).

Pelaksana Harian (Plh) Kepala Biro Hubungan Masyarakat (Kabiro Humas) KPK, Yuyuk Andriati, membenarkan, bahwa pihaknya telah menyegel kedua ruang legislator di gedung DPR RI. "Iya, tadi siang baru segel," ujarnya.

Terkait penyegelan ruang Budi Supriyanto, Yuyuk belum bersedia memberikan penjelasan lebih jauh, apakah politikus dari partai berlambang pohon beringin itu diduga terlibat dalam kasus suap ini.

Yuyuk hanya mengatakan, KPK akan mengusut semua yang terlibat. "Dugaan keterlibatan pihak lain masih akan ditelusuri, termasuk melalui pengembangan kasus ini," katanya.

Dalam kasus ini, KPK menetapkan 4 orang tersangka, yakni Anggota Komisi V DPR RI asal Fraksi Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan, Damayanti Wisnu Putranti dan dua stafnya, Dessy A Edwin dan Julia Prasetyarini.

"Kepada ketiganya disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b, atau Pasal 11 Undang-Undang Tipikor Jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP," kata Agus Rahardjo, Ketua KPK, Kamis petang.

KPK juga menetapkan Direktur Utama PT Windu Tunggal Utama (WTU), Abdul Khoir (AKH) selaku pemberi suap dan menjeratnya melanggar Pasal 5 Ayat (1) huruf a atau Pasal 5 Ayat (1) huruf b atau Pasal 33 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi.

Selain itu, penyidik KPK juga menyita uang sejumlah SGD 99,000 dari SGD 404.000 (sekitar Rp 3,9 milyar) total uang suap yang dijanjikan.


Reporter: Iwan Sutiawan
Editor: Tian Arief

Iwan Sutiawan
15-01-2016 05:28