Main Menu

Ketua DPR: Bawa Brimob Saat Geledah, KPK Hiraukan Etika

Ervan
18-01-2016 15:27

Ketua DPR RI Ade Komaruddin (ANTARA)

Jakarta, GATRAnews - Ketua DPR Ade Komaruddin mendukung langkah Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah yang mempertanyakan penggunaan senjata laras panjang oleh personel Brimob Polri untuk mengawal penggeledahan yang dilakukan KPK di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta. DPR akan memanggil Kapolri dan pimpinan KPK untuk klarifikasi kasus adu mukut antara Fahri dan penyidik KPK.

 

"Kami semua menyayangkan tindakan aparat KPK dalam melaksanakan penggeledahan ruang kerja anggota dewan dengan menggunakan aparat dilengkapi senjata laras panjang tanpa hiraukan etika hubunga antar lembaga," ujarnya di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (18/1).

 

Menurutnya, KPK dan Polri harus menghormati institusi DPR sebagai representasi perwakilan rakyat dan bukan bersikap otoriter.

 

"Ini kantor parlemen kantor 560 wakil rakyat  yang dipilih rakyat Indonsia dan ini simbol demokrasi di Indonesia berjalan baik karena itu tak boleh dicorengi senjata laras panjang yang jadi ornamen otoriterisme," lanjutnya.

 

Fahri Hamzah sempat adu mulut dengan penyidik KPK bernama AKBP Kristian saat KPK menggeledah ruangan anggota DPR Yudi Widiana pada Jumat (15/1). Fahri tidak terima KPK membawa anggota Brimob bersenjata laras panjang saat penggeledahan berlangsung. 


Reporter: Ervan Bayu

Editor: Dani Hamdani  

 

Ervan
18-01-2016 15:27