Main Menu

Adhie Massardi Nilai Cuitan Ongen Hanya Gurauan

Iwan Sutiawan
29-01-2016 02:20

Adhie M Massardi (Antara/Wibowo)

Jakarta, GATRAnews - Mantan Juru Bicara Presiden Abdurrahman Wahid, Adhie M Massardi, menilai, cuitan atau postingan di akun Twitter oleh Yulianus Paonganan alias Ongen (@ypaonganan), hanya gurauan belaka. "Itu bagian dari ledek-ledekan di sosmed (sosial media), tidak ada unsur apa-apa kecuali meledek," kata Adie kepada wartawan, di Jakarta, Kamis (28/1).

Karena itu, Adhie menilai polisi sebaiknya membebaskan Ongen dan tidak menjadikan cuitan itu sebagai pelanggaran pidana, karena cukup mengingatkannya agar tidak mengulangi perbuatan serupa.

"Harusnya seperti itu, tidak layak dipenjara. Sebaiknya diperingatakan saja untuk tidak mengulangi, bukan kemudian dijadikan delik hukum," katanya.

Menurut Adhie, perkara yang disangkakan terhadap Ongen merupakan akibat para pendukung Presiden Joko Widodo (Jokowi) merasa tokohnya dilecehkan dan meminta pihak kepolisian menindaklajuti.

"Ini karena 'kecentelian' para pendukung Jokowi saja yang merasa tokohnya dilecehkan, sehingga meminta polisi untuk menangkapnya. Harusnya, ini tidak perlu dilakukan," katanya.

Menurut Adhie, tidak perlu berlebihan menanggapi hal seperti itu, karena pro-kontra hingga cacian terhadap seorang tokoh merupakan keniscayaan. Namun, seorang tokoh besar tidak terlalu mempermasalahkan.

"Yang namanya tokoh besar dicaci, dihina bukan suatu masalah. Gus Dur bukan hanya dihina, tapi diancam bakal dibunuh, beliau tidak bereaksi. Jadi, kalau tokoh besar sudah memahami, harus siap dihina atau dicaci maki, bahkan sampai diancam dibunuh, " ujar Adhie.

Ongen mendekam di balik bui setelah penyidik Bareskrim Polri menangkapnya atas sangkaan melanggar Pasal 4 Ayat (1) huruf a dan huruf e juncto Pasal 29 UU Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi dan atau Pasal 27 Ayat (1) juncto Pasal 45 Ayat (1) UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) akibat memposting tulisan #PapaMintaLonte dan #PapaMintaPaha di akun Twitter @ypaonganan.


Reporter: Iwan Sutiawan
Editor: Tian Arief

Iwan Sutiawan
29-01-2016 02:20