Main Menu

KPK Didesak Usut Dugaan Korupsi di Dirjen Bina Marga

Ervan
04-02-2016 12:47

Dirjen Bina Marga, Hediyanto W Husaini (Antara/Akbar Nugroho Gumay)

Jakarta, GATRAnews - Puluhan massa yang tergabung dalam Gerakan Rakyat anti Koruptor (Garantor) berunjuk rasa di depan Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Jl. HR. Rasuna Said Kuningan, Jakarta, Rabu (3/2). Mereka mendesak KPK untuk mengusut tuntas kasus dugaan suap proyek di Kementerian Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) yang diduga telah melibatkan anak buah Menteri Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono yakni Dirjen Bina Marga, Hediyanto W Husaini.

"Kami mendesak KPK untuk segera memeriksa sarang koruptor dan 'kerajaan' di Bina Marga serta bongkar mafia proyek jalan di Direktorat Bina Marga," tegas Koordinator aksi Aladin Nur saat berorasi. Diketahui, hari ini Hediyanto W Husaini dijadwalkan diperiksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Hediyanto akan dimintai keterangannya sebagai saksi untuk tersangka Dirut PT Windu Tunggal Utama (WTU), Abdul Khoir (AKH). Aladin pun mensinyalir kasus yang menjerat anggota Komisi V DPR Fraksi PDI Perjuangan Damayanti Wisnu Putranti (DWP) disangka telah menerima suap senilai SGD 404.000  itu tidak mungkin berperan sendiri.

Ia pun menuduh ada "persekongkolan jahat" yang mengarah pada sosok mafia proyek yang ada di tubuh Kemen-PUPR. "Kami menduga mafia proyek itu adalah Dirjen Bina Marga Hediyanto Husaini dan ses Dirjen Bina Marga Ober Gultom," terang Aladin.

Seiring DWP menjadi tersangka, hal ini menjadi langkah bagus guna mengungkap kasus besar yang digawangi mafia proyek tersebut.  "Segera tetapkan kedua mafia proyek di Kemen PUPR itu sebagai tersangka dan pecat dari jabatannya," ucapnya.


Reporter: Ervan Bayu

Editor: Nur Hidayat 

Ervan
04-02-2016 12:47