Main Menu

KPK Bantah Lakukan Barter untuk Selesaikan Perkara Novel

Iwan Sutiawan
09-02-2016 15:28

KPK(GATRAnews/Erry Sudiyanto)

Jakarta, GATRAnews - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyangkal telah melakukan barter untuk menyelesaikan kasus penyidik KPK Novel Baswedan, yakni dugaan penganiayaan terhadap pencuri sarang burung walet hingga tewas. Hal itu ditegaskan Pelaksana Harian Kepala Biro Hubungan Masyarakat KPK Yuyuk Andriati, di Jakarta, Selasa (9/2).

"Itu tidak benar," ujarnya kepada wartawan.

Menurutnya, tidak ada barter apa pun dalam kasus ini, termasuk Novel harus keluar dari KPK jika kasusnya saat masih menjabat Kasat Reskrim Polres Bengkulu pada 2004 itu mau diselesaikan.

Selain itu, Yuyuk juga membantah Novel mendapatkan tawaran mengisi satu jabatan di Badan Usaha Milik Negara (BUMN) jika mau keluar dari KPK. "Statusnya tetap pegawai KPK," tuturnya.

Saat ini, KPK masih menunggu keputusan Jaksa Agung H Muhammad Prasetyo yang mengaku telah mengambil alih perkara Novel dan dua mantan pimpinan KPK Abraham Samad (AS) dan Bambang Widjojanto (BW), setelah jaksa menarik perkara Novel dari Pengadilan Negeri Bengkulu.

Staf Khusus Kepresidenan bidang Komunikasi atau Juru Bicara Presiden Joko Widodo (Jokowi), Johan Budi, juga menyampaikan keterangan senada, bahwa tidak ada barter untuk menyelesaikan perkara Novel.

"Tidak ada. Kemarin sudah ditegaskan berkali-kali, bahwa penyelesaian kasus Novel itu tidak ada embel-embel barter atau apa," kata Johan kepada wartawan di Jakarta, Senin (7/2), usai menghadiri sebuah acara.
 
Menurut Johan, Presiden Jokowi sudah bersikap tegas untuk segera menyelesaikan perkara yang membelit AS, BW, dan Novel, yakni dengan memanggil Kapolri Jenderal Badrodin Haiti dan Jaksa Agung Prasetyo pada pekan lalu.


Reporter: Iwan Sutiawan
Editor: Tian Arief

Iwan Sutiawan
09-02-2016 15:28