Main Menu

Jaksa Agung Belum Terima Pendapat Polri dan MA Terkait AS, BW, dan Novel

Iwan Sutiawan
12-02-2016 17:32

Kantor Kejagung (GATRA/Dharma Wijayanto)

Jakarta, GATRAnews - Jaksa Agung H Muhammad Prasetyo mengaku belum menerima pertimbangan (pendapat) dari Polri dan Mahkamah Agung (MA) untuk menyelesaikan dua dari tiga perkara yang menimpa mantan komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad dan Bambang Widjojanto, serta penyidik Novel Baswedan.   

"Belum kita terima (pertimbangan dari Polri dan MA)," kata Prasetyo kepada wartawan dari berbagai media, di Kejaksaan Agung (Kejagung), Jakarta, Jumat (12/2).

Jika mengacu pada keterangan Prasetyo, dua perkar yang sudah diambil alih dari jaksa penuntut umum dan sedang dimintai pandangan dari lembaga di atas, itu adalah kasus Abraham Samad dan Bambang Widjojanto. Pasalnya, ia menyebut kasus Novel berbeda treatment-nya.

Prasetyo juga mengisyaratkan, meski AS dan BW sudah tidak menjabat pimpinan KPK atau jabatan publik, namun mereka merupkan pegiat antikorupsi dan pernah berjasa dalam memberangus rasuah.

"Ya tidak harus pejabat dong. Kalau kamu tidak wartawan, gimana?" ujarnya menjawab alasan opsi deponering untuk AS dan BW yang tidak lagi menjabat pimpinan KPK atau tidak lagi terkait kepentingan umum.

"Saya ingin jelaskan di sini ya, bahwa pemberantasan korupsi itu adalah kepentingan umum. Kita tahu bagaimana akibat yang ditimbulkan pidana korupsi," kata Prasetyo.

Menurutnya, dampak korupsi bukan hanya merampas hak hidup dan ekonomi, tapi juga sosial dan politik. Kita menganggap bahwa korupsi seolah tidak ada korbannya, padahal itu sangat banyak.

"Korbannya masyarakat. Saya katakan, bahwa pemberantasan tindak pidana korupsi adalah kepentingan umum. Nah, ketika ada pengiat antikorupsi yang kemudian dipidanakan atau terkena kasus pidana, ya tentunya masih harus dipelajari seperti apa," katanya.

"Kalian sendiri kan sudah menjaring aspirasi mereka seperti apa. Saya juga baca surat-surat kabar kalian yang isinya obyektif dan benar. Kalau tidak benar, enggak akan saya baca itu," ujarnya.

Prasetyo sedang mempertimbangkan penyelesaian perkara AS, BW, dan Novel setelah mengambil alihnya dari jaksa penuntut umum. Ia mempunyai 3 opsi penyelesaian, yakni melanjutkan ke persidangan, mengesampingkan perkara dengan menerbitkan deponering, dan menghentikan penuntutan perkara dengan menerbitkan Surat Ketetapan Penghentian Penuntutan (SKP2).



Reporter: Iwan Sutiawan
Editor: Tian Arief

Iwan Sutiawan
12-02-2016 17:32