Main Menu

Mantan Wali Kota Makassar Dituntut 8 Tahun Penjara

Iwan Sutiawan
17-02-2016 08:15

Ilham Arief Sirajudin, mantan Walkot Makassa(ANTARA/Hafidz Mubarak)

Jakarta, GATRAnews - Tim jaksa penuntut umum dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menuntut mantan Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin dijatuhi hukuman 8 tahun penjara dan denda Rp 300 juta subsidair 3 bulan kurungan.

"Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa berupa pidana penjara selama 8 tahun dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan dan pidana denda sebesar Rp 300 juta subsidair 3 bulan kurungan," kata Jaksa Iskandar Marwanto, dalam tuntutannya di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Selasa malam (16/2).

Selain itu, jaksa juga meminta majelis hakim menghukum terdakwa Ilham membayar uang pengganti sebesar Rp 5,5 milyar. Jika satu bulan setelah ada putusan berkekuatan hukum tetap (inkracht) tidak membayarnya, harta bendanya disita.

"Harta bendanya dapat disita untuk menutupi uang pengganti tersebut. Apabila harta bendanya tidak mencukupi, maka diganti pidana penjara selama 3 tahun," kata Iskandar.

Jaksa meminta majelis hakim menjatuhkan vonis tersebut karena menilai mantan orang nomor satu di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), itu terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama.

"Terdakwa Ilham Arief Sirajuddin terbukti secara sah dan meyakinkan menurut hukum, bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama dan berlanjut," tuturnya.

Menurut jaksa, perbuatan terdakwa Ilham Arief Sirajuddin melanggar Pasal 3 juncto Pasal 18 Undang-Undang (UU) Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 juncto Pasal 64 Ayat (1) KUHP sebagaimana dakwaan alternatif kedua.

Sebelum membacakan tuntutan di atas, jaksa mempertimbangkan hal yang memberatkan dan meringankan bagi terdakwa Ilham Arief. Hal yang memberatkan, terdakwa selaku Wali Kota Makassar dua periode, yakni tahun 2004-2009 dan 2009-2014, tidak memberi tauladan.

"Tidak memberi tauladan yang baik, yaitu tidak mendukung upaya pemerintah dan negara  dalam upaya pemberantasan korupsi. Terdakwa tidak berterus terang dan tidak menyesali perbuatannya," ucapnya.

Sedangkan hal yang meringankan menurut jaksa, terdakwa Ilham Arief Sirajuddin belum pernah dihukum dan berlaku sopan selama di persidangan.

Terdakwa dugaan korupsi pengelolaan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Makassar ini, sebelumnya didakwa memperkaya diri sendiri sebesar Rp 5,5 milyar terkait kerja sama Rehabilitasi, Operasi, dan Transfer Instalasi Pengolahan Air II, Panaikang, Sulawesi Selatan.

Ilham telah mengarahkan Direksi PDAM Kota Makassar untuk menunjuk perusahaan tertentu, yakni PT Traya untuk memenangkan lelang kerja sama pembayaran air curah yang tidak dianggarkan.

Perbuatan terdakwa Ilham Arief itu juga telah memperkaya Direktur Utama PT Traya dan PT Traya Tirta Makassar, Hengky Widjaya sebesar Rp 40,3 milyar serta merugikan keuangan negara sebesar Rp 45,8 milyar.


Reporter: Iwan Sutiawan
Editor: Tian Arief

Iwan Sutiawan
17-02-2016 08:15