Main Menu

Prabowo Tegaskan Tak Ada Tempat bagi Koruptor di Gerindra

Iwan Sutiawan
01-04-2016 23:45

Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Mohamad Sanusi (ANTARA/Muhammad Adimaja/HR02)

Jakarta, GATRAnews - Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Arief Poyuono, mengutip ucapan Ketua Umum Prabowo, menyatakan bahwa tidak ada tempat bagi koruptor di Partai Gerindra. "Terus terang, Ketua Umum kami, Bapak Prabowo, selalu memesankan kepada seluruh kadernya, tidak ada tempat bagi para koruptor," kata Arief, di gedung KPK, Jakarta, Jumat (1/4).

Karena itu, pihaknya akan memecat Sanusi dari Partai Gerindra, yang menjadi tersangka kasus suap yang ditangkap KPK. "Sanksinya sudah pasti dipecat dan dikeluarkan dari Partai Gerindra," ujarnya.

Partai Gerindra mendukung KPK yang beberapa kali berhasil melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap para koruptor. Karena itu, pihaknya meminta maaf atas ulah busuk Sanusi.

"Tapi pertama kali saya sampaikan kepada masyarakat Indonesia, saya atas nama Partai Gerindra meminta maaf akibat ulah kader kami yang ini adalah perbuatan yang sangat busuk," kata Arief.

Pihaknya mendatangi KPK bukan untuk membela Sanusi yang merupakan kader Partai Gerindra. "Kami justru mendukung KPK sepenuhnya untuk membersihkan kader-kader Partai Gerindra yang melakukan berbagai korupsi yang sudah mencuri duit rakyat," ujar dia.

KPK menetapkan Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta 2014-2019 dari Fraksi Partai Gerindra, Mohamad Sanusi, sebagai tersangka karena diduga menerima suap sejumlah Rp 2 milyar dari pihak PT Agung Podomoro Land.

Suap tersebut terkait Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Rencana Wilayah Zonasi Pesisir Pulau-Pulau Kecil (RWZP3K) dan Raperda Rencana Tata Ruang (RTR) Kawasan Strategis Pantai Utara Jakarta.

Atas perbuatan itu, penyidik KPK menyangka Sanusi melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 64 Ayat (1) KUHP.


Reporter: Iwan Sutiwan
Editor: Tian Arief

Iwan Sutiawan
01-04-2016 23:45