Main Menu

OTT Sekretaris PN Jakpus Pintu Masuk Usut Korupsi ''Kakap''

Iwan Sutiawan
22-04-2016 05:11

Ketua KPK, Agus Rahardjo (GATRAnews/Adi Wijaya/re1)

Jakarta, GATRAnews - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan, kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Panitera/Sekretaris Pengadilan Jakarta Pusat Edy Nasution merupakan pintu masuk untuk mengungkap kasus besar di lembaga peradilan. "Saya sangat mengharapkan ini sebaga pembuka, karena belakangnya ada kasus besar yang perlu kita tangani ya," kata Agus Rahardjo, Ketua KPK, di Jakarta, Kamis (21/4).

Menurut Agus, sesuai pernyataan Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang, bahwa korupsi atau suap di lembaga peradilan seperti gunung es yang menjadi permasalahan di negeri ini.

"Anda sering sekali melihat seperti ini berjalan atau berlaku di banyak kejadian. Keputusan pengadilan dipengaruhi uang. Beri kami kesempatan untuk itu," katanya.

Sedangkan terkait suap kepada tersangka Edy untuk mengurus Peninjuan Kebali (PK) yang didaftarkan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, KPK masih menutup rapat-rapat. "Jangan dibuka di sini dulu ya. Kami akan melakukan pendalaman-pendalaman," ujarnya.

Dalam kasus suap pengurusan Peninjauan Kembali (PK) di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat tersebut, KPK baru menetapkan dua orang tersangka, yakni Panitera/Sekretaris Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Edy Nasution, dan Doddy Aryanto Supeno.

KPK menyangka Edy menerima sejumlah Rp 50 juta pada pemberia kedua dan Rp 100 juta pada pemberian kedua sehingga diduga melanggar Pasal 12 huruf a dan atau huruf b dan atau Pasal 11 UU Tindak Pidana Korupsi No 31 tahun 1999 sebagaimana diubah UU Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 64 KUHP juncto Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP.

Sedangkan Dody selaku pemberi suap, disangka melanggar Pasal 5 Ayat (1) huruf a atau Pasal 5 Ayat (1) huruf b dan atau Pasal 13 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi No 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah UU No 20 Tahun 2001 juncto Pasal 64 KUHP juncto Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP.


Reporter: Iwan Sutiawan
Editor: Tian Arief

Iwan Sutiawan
22-04-2016 05:11