Main Menu

KPAI Lapor Polisi Setelah Dituding Peretas ''Mabuk''

Wem Fernandez
03-05-2016 11:56

Ketua KPAI Asrorun Niam (GATRA/Rifki M Irsyad/HR02)

Jakarta, GATRAnews - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) tidak tinggal diam setelah situs milik mereka diretas beberapa waktu lalu. Pelaku mengaku sebagai Haikal-Maniak Kasur yang 'protes' terhadap KPAI karena melarang beredarnya game online. Pada Selasa, (3/5), hari ini Ketua KPAI Asrorun Niam mendatangi Kantor Bereskrim Mabes Polri guna melaporkan kejadian ini.

Langkah si peretas dianggap sebagai upaya mendukung kekerasan terhadap anak. "Pesan peretas menyampaikan indikasi itu. Langkah KPAI dianggap menghalangi gamer, apakah KPAI mabuk ketika mendorong kebijakan itu? Artinya, kemaksiatan peretasan itu ada kaitannya dengan sekelompok orang yang meraup untung dari aktifitasnya yang merugikan anak," tegas Asrorun saat ditemui wartawan di Mabes Polri.

Dia menambahkan, langkah KPAI dalam melarang beberapa game online karena memuat konten yang tidak sesuai dengan anak, seperti perjudian dan kekerasan. Dengan pelarangan ini secara langsung merekomendasikan kepada pemerinta situs game yang tidak ramah kepada anak.

"UU nomor 11 tahun 2008 tentang ITE telah melarang dan hukuman jelas 6-8 tahun. Jangan sampai ini dianggap iseng. Situs KPAI ini secara langsung atau tidak sebagai wujud perlawanan tindak kejahatan untuk anak. Apalagi dalam situs itu ada langkah-langkah KPAI tentang game online yang ada perjudian dan kekerasan. Merekomendasikan pemerintah tentang situs yang tidak ramah pada anak," tegasnya.


Reporter: Wem Fernandez

Editor: Nur Hidayat

Wem Fernandez
03-05-2016 11:56