Main Menu

Gerindra Apresiasi Penetapan Tersangka 5 WN Tiongkok

Wanto
12-05-2016 16:05

Lokasi Pengeboran proyek kereta cepat Jakarta-Bandung di kawasan Halim, Jakarta Timur(GATRA/Rifki M. Irsyad/re1)

Jakarta, GATRAnews - Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad mengapresiasi langkah Ditjen Imigrasi Kementerian Hukum dan Ham atas penetapan tersangka terhadap 5 warga negara Tiongkong yang melakukan pengeboran ilegal di Halim Perdanakusuma beberapa waktu lalu.

 

"Penetapan tersangka terhadap 5 Warga Negara Tiongkok yang melakukan pengeboran ilegal di Halim Perdanakusumah oleh Ditjen Imigrasi patut diapresiasi," kata Dasco , Rabu, (11/5/), di Jakarta.

 

Sebab menurutnya, dalam waktu yang relatif singkat Ditjen Imigrasi telah bisa mengambil kesimpulan penting bahwa telah terjadi pelanggaran hukum keimigrasian dalam kasus tersebut.

 

"Selain kerja cepat, Ditjen Imigrasi juga telah memberikan keteladanan dalam hal transparansi. Informasi yang disampaikan kepada publik melalui media massa sangat jelas dan detail, sehingga tidak ada ruang untuk munculnya spekulasi dan praduga yang tidak pas," jelasnya.

 

Anggota Komisi III DPR RI, yang membidangi masalah hukum, ini menuturkan, penetapan tersangka juga memupus keraguan publik yang sempat khawatir akan adanya intervensi dari pihak-pihak tertentu kepad Ditjen Imigrasi.

 

"Hal ini dikarenakan pengeboran tersebut terkait dengan proyek kereta cepat yang nilai investasinya sangat besar," imbuhnya. Karena itu, lanjut Dasco, ketegasan Ditjen Imigrasi adalah bentuk penegakan wibawa bangsa Indonesia di dunia internasional.

 

"Pesan yang disampaikan adalah siapapun termasuk WN Tiongkok tidak boleh main-main dengan negara kita, karena kita tidak akan pernah mentolerir setiap bentuk pelanggaran hukum dan perundang-undangan," tambahnya.

 

Meski demikian, problem utama Ditjen Imigrasi saat ini yakni kurangnya jumlah SDM pegawai imigrasi tetap. Untuk itu, hal tersebut harus dicarikan jalan keluar. "Sehebat-hebatnya kerja mereka, kalau kalah jumlah akan tetap sulit mencegah kebobolan. Saatnya Menpan RB mencabut moratorium penerimaan PNS di Ditjen Imigrasi," tukas Dasco.


Reporter: Wanto

Editor: Dani Hamdani 

Wanto
12-05-2016 16:05