Main Menu

La Nyalla Tak Melawan Saat Diusir Pemerintah Singapura

Iwan Sutiawan
01-06-2016 02:33

La Nyalla saat tiba di Kejagung (GATRAnews/Adi Wijaya/adi3)Jakarta, GATRAnews - Ketua Umum PSSI, La Nyalla Mattalitti, tidak melakukan perlawanan saat pihak otoritas Singapura "mengusirnya" agar keluar dari negara berjuluk negeri singa itu akibat tinggal secara ilegal atau melawan hukum.

"Tidak (ada perlawanan), karena deportasi adalah pengusiran ke luar wilayah suatu negara. Jadi melawan atau tidak, pasti akan dikembalikan," kata Sandi Andaryadi, Asisten Atase Imigrasi, di Jakarta, Selasa (31/5).

Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Singapura, menerima penyerahan La Nyalla dari otoritas Singapura terkait setelah menangkapnya. Serah-terima La Nyalla berlangsung di Bandara di negeri singa sesuai mekanisme internasional.

"Ada mekanisme, kita langsung jemput di bandara," kata Sandi. Ia menambahkan, setelah masuk di Singapura, dia tidak pernah lagi meninggalkan negara ini. "Nggak ada (pergi ke luar negeri lagi)," ujarnya.

La Nyala sudah beberapa kali memenangkan praperadilan di Pengadilan Negeri Surabaya, Jawa Timur, terkait status tersangka kasus dugaan korupsi dana hibah KADIN Jatim yang disematkan Kejaksaan Tinggi Jatim.

Sebelum putusan praperadilan Pengadilan Negeri Surabaya, penyidik menduga La Nyalla menggunakan dana hibah KADIN Jatim sejumlah Rp 5,3 milyar tahun anggaran 2012 untuk membeli IPO saham Bank Jatim.
 
Kasus yang membelit La Nyalla ini merupakan pengembangan korupsi yang merugiakan keuangan negara sekitar Rp 48 milyar dan telah menjadikan 2 pengurus KADIN Jatim sebagai terpidana, menyusul putusannya sudah berkekuatan hukum tetap (inkracht).

Kemudian, dari pengembangan perkara di atas, penyidik menemukan bukti ada penggunaan dana hibah untuk membeli saham IPO Bank Jatim sejumlah Rp 5,3 milyar.
Reporter: Iwan Sutiawan
Iwan Sutiawan
01-06-2016 02:33