Main Menu

KPK Segera Naikkan Kasus Korupsi e-KTP ke Penuntutan

Iwan Sutiawan
14-06-2016 04:57

Ilustrasi KPK(GATRAnews/Erry Sudiyanto/re1)

Jakarta, GATRAnews - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) segera melimpahkan perkara korupsi proyek pengadaan KTP berbasis elektronik atau e-KTP dengan tersangka Sugiharto ke tahap penuntutan. "Jadi mudah-mudahan e-KTP segera naik (ke penuntutan) dalam waktu tidak terlalu lama," kata Agus Rahardjo, Ketua KPK, di Jakarta, Senin (13/6).

Penyidik akan melimpahkan tahap dua, yakni tersangka dan barang bukti kepada jaksa penuntut umum, karena berkas penyidikan Sugiharto selaku Direktur Pengelola Informasi Administrasi Kependudukan Ditjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri (Kemdagri) itu segera dinyatakan telah lengkap (P21).

"Akan segera naik (penuntutan), sudah terima berita kerugian negara dan menyarankan supaya dinaikkan, karena penyidiknya yang bersamaan menangani dua kasus," katanya.

Sebelumnya, setelah menetapkan Direktur Pengelola Informasi Administrasi Kependudukan Ditjen Dukcapil Kemendagri, Sugiharto, 22 April 2014 lalu, KPK belum juga merampungkan penyidikannya.

KPK menjerat Sugiharto selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dalam proyek pengadaan senilai Rp 6 trilyun itu karena ditenggarai merugikan keuangan negara hingga Rp 1,1 trilyun akibat pengadaan teknologi informasi tidak sesuai dengan kontrak tender.

KPK menyangka Sugiharto melanggar Pasal 2 Ayat (1) subsider Pasal 3 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 juncto Pasal 64 Ayat (1) KUHP.

Penyidik telah memeriksa sejumlah pihak sebagai saksi, di antaranya Business Development Manager PT  Hewlett-Packard Indonesia, Habib Mohamad dan mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin.

Nazaruddin bahkan menyebut Politikus Golkar Setya Novanto (Setnov) terlibat kasus ini. Namun KPK belum memeriksa politisi yang kini "terjungkal" dari jabatannya sebagai ketua DPR RI akibat kasus "papa minta saham" PT Freeport Indonesia.


Reporter: Iwan Sutiawan
Editor: Tian Arief
Iwan Sutiawan
14-06-2016 04:57