Main Menu

Bupati Banyuasin Jalani Pemeriksaan Perdana di KPK

Iwan Sutiawan
13-09-2016 10:27

Bupati Banyuasin, Yan Anton Ferdian (GATRAnews/Adi Wijaya/yus4)

Jakarta, GATRAnews - Bupati Banyuasin Yan Anton Ferdian menjalani pemeriksaan perdana sebagai tersangka kasus suap proyek Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuasin, Selasa (13/9), di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta. Yan Anton, yang tiba bersama tahanan lainnya di gedung KPK, mengenakan rompi oranye. Dia hanya tersenyum menanggapi pertanyaan para awak media.

KPK menetapkan Bupati Banyuasin, Yan Anton Ferdian, sebagai tersangka setelah tertangkap tangan menerima suap Rp 1 milyar dari Zulfikar Muharam. KPK juga menetapkan lima tersangka lainnya, masing-masing Kepala Dinas Pendidikan Pemkab Banyuasin, Umar Usman (UU); dan Kepala Bagian Rumah Tangga Pemkab Banyuasin, Darus Rustami.

Kemudian, Kasie Pembangunan dan Peningkatan Mutu Pendidikan Dasar pada Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuasin, Sutaryo; dan satu orang pengepul bernama Kirman, serta Pemilik CV Putra Pratama, Zulfikar Muharam.

KPK menyangka Zulfikar sebagai pemberi suap melanggar Pasal 5 Ayat 1 huruf a atau b atau Pasal 13 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebegaimana diubah UU Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Sedangkan untuk 5 orang penerima suapnya, yakni Bupati Yan, Umar, Rustami, Kirman, dan Sutaryo, melanggar Pasal 12 huruf a atau b dan atau Pasal 11 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebegaimana diubah UU Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP.


Reporter: Iwan Sutiawan
Editor: Tian Arief
Iwan Sutiawan
13-09-2016 10:27