Main Menu

KPK Periksa Irman Soal Korupsi e-KTP

Iwan Sutiawan
19-09-2016 13:00

Ketua DPD RI, Irman Gusman (ANTARA/Yudhi Mahatma/HR02)

Jakarta, GATRAnews - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa mantan Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri (Dukcapil Kemendagri), Irman, dalam kasus korupsi pengadaan Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP). "Yang bersangkutan akan dimintai keterangan sebagai saksi untuk tersangka S [Sugiharto]," kata Yuyuk Andriati.

Pelaksana Harian Kepala Biro Hubungan Masyarkat KPK itu, di Jakarta, Senin (19/9), mengatakan, penyidik menduga Irman mengetahui tentang pengadaan e-KTP saat masih menjabat sebagai Dirjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kemendagri tersebut.

KPK sudah 2 tahun menyidik kasus ini. Saat ini, penyidik masih menelusuri siapa saja yang menerima aliran dana dari pengadaan senilai Rp 6 trilyun itu dan merugikan keuangan negara sekitar Rp 2 trilyun.

"Itu si penuntut yang di dalam KPK, teman-teman jaksa, [menanyakan] itu uang segini itu lari ke mana saja," kata Agus Rahardjo, Ketua KPK, Kamis, 15 September 2016.

Dalam kasus ini, KPK baru menetapkan seorang tersangka, yakni Sugiharto, mantan Direktur Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan pada Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kemendagri, pada 22 April 2014.

Namun, penyidik KPK belum juga menahan tersangka Sugiharto yang berperan sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dalam proyek pengadaan ini karena sakit.

KPK menyangka Sugiharto melanggar Pasal 2 ayat 1 subsider Pasal 3 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ke-1 joncto Pasal 64 ke-1 KUHP.


Reporter: Iwan Sutiawan
Editor: Tian Arief
Iwan Sutiawan
19-09-2016 13:00