Main Menu

KPK Periksa Nazaruddin untuk Bongkar Korupsi e-KTP

Iwan Sutiawan
26-09-2016 11:37

Plh Kabiro Humas KPK Yuyuk Andriati (GATRAnews/Adi Wijaya/HR02)

Jakarta, GATRAnews - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil Mohammad Nazaruddin untuk menjalani pemeriksaan sebagai saksi guna membongkar kasus korupsi proyek pengadaan Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP). "Nazaruddin diperiksa untuk tersangka S [Sugiharto]," kata Yuyuk Andriati, Plh Kepala Biro Hubungan Masyarakat KPK, di Jakarta, Senin (26/9).

Sebelumnya, mantan Bendahara Umum Partai Demokrat ini mengaku mendapat ancaman akan dibunuh karena membongkar proyek e-KTP yang anggarannya mencapai Rp 6 trilyun.

"Yang pasti gini, saya ini sekarang posisinya terancam. Novanto itu ancam saudara saya, apa yang saya diperiksa dia tahu semua. Apa kelakuan saya di Sukamiskin dia tahu, dan kalau saya buka lagi proyek e-KTP, saya mau dibunuh dia," kata Nazaruddin, usai menjalani pemeriksaan di KPK, Jumat (6/12/2013).

KPK sudah sekitar 2 tahun menyidik kasus ini. Saat ini, penyidik masih menelusuri siapa saja yang menerima aliran dana dari pengadaan senilai Rp 6 trilyun itu dan merugikan keuangan negara sekitar Rp 2 trilyun.

"Itu si penuntut yang di dalam KPK, teman-teman jaksa, [menanyakan] itu uang segini itu lari ke mana saja," kata Agus Rahardjo, Ketua KPK, Kamis, 15 September 2016.

Dalam kasus ini, KPK baru menetapkan seorang tersangka, yakni Sugiharto, mantan Direktur Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan pada Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kemendagri, pada 22 April 2014.

Namun, penyidik KPK belum juga menahan tersangka Sugiharto yang berperan sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dalam proyek pengadaan ini karena sakit.

KPK menyangka Sugiharto melanggar Pasal 2 ayat 1 subsider Pasal 3 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ke-1 joncto Pasal 64 ke-1 KUHP.


Reporter: Iwan Sutiawan
Editor: Tian Arief


Iwan Sutiawan
26-09-2016 11:37