Main Menu

KPK Izinkan JK Besuk Irman

Iwan Sutiawan
29-09-2016 13:20

Mantan Ketua DPD RI Irman Gusman (ANTARA/Yudhi Mahatma/HR02)

Jakarta, GATRAnews - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menjenguk mantan Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Irman Gusman, di Rumah Tahanan (Rutan) Guntur, Jakarta Selatan. KPK memberikan izin untuk kunjungan itu. "Memang ada izin yang diajukan ke penyidik KPK dari Sekretariat Wapres untuk menjenguk IG. Dan hari ini, sudah dua hari izin itu, sudah bisa dijenguk."

Hal itu dikatakan Pelaksanaan Harian Kepala Biro Hubungan Masyarakat KPK Yuyuk Andriati, di Jakarta, Kamis (29/9). Namun Yuyuk mengaku tidak mengetahui tujuan orang nomor dua di Indonesia itu menjenguk Irman. Irman merupakan tersangka kasus suap rekomendasi kuota distribusi gula impor kepada CV Semesta Berjaya untuk wilayah Sumatera Barat tahun 2016.

"Saya tidak membaca suratnya untuk keperluan apa menjenguk. Tapi saya rasa sebagai kolega," ujarnya.

Yuyuk menjelaskan, menjelang hari besuk atau sebelum Senin dan Kamis, tahanan akan menyerahkan nama-nama yang akan menjenguknya kepada penyidik KPK. Kemudian penyidik akan menyeleksi dan memutuskan siapa saja yang mendapat izin membesuk.  

Meski JK merupakan Wapres, KPK tidak memberikan keistimewaan kepadanya saat menjenguk tersangka Irman di Rutan. JK memperoleh izin tersebut tanpa harus datang langsung ke KPK untuk mengajukan permohonan, serta tidak harus dicap tangannya. "Ada perwakilannya datang dan surat izinnya sudah ditampung," katanya.

Sebagai sahabat, JK mengunjungi Irman Kamis pagi, di Rutan Guntur. Juru Bicara Wapres JK Husain Abdullah mengatakan, seorang sahabat tidak hanya hadir di saat senang, tetapi juga akan ada di saat sebaliknya.

Menurut Husain, menjenguk seorang sahabat yang sedang mengalami kesusahan merupakan satu hal yang wajar. Saat bertemu, JK dan Irman membicarakan banyak hal, di antaranya soal kondisi kesehatan dan sejumlah hal ringan lainnya.


Reporter: Iwan Sutiawan
Editor: Tian Arief

Iwan Sutiawan
29-09-2016 13:20