Main Menu

KPK Tetapkan Dua Tersangka Suap Ijon Proyek Disdikpora Kebumen

Iwan Sutiawan
16-10-2016 13:33

PNS Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kebumen, Jateng, Sigit Widodo (ANTARA/Wahyu Putro/HR02)

Jakarta, GATRAnews - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Ketua Komisi A DPRD Kebumen, Jawa Tengah (Jateng), Yudhi Tri H, dan Pegawai Negeri Sipil (PNS) Dinas Pariwisata Pemerintah Kabupaten Kebumen, Sigit Widodo, sebagai tersangka kasus dugaan suap ijon sejumlah proyek di Dinas Pendidikan Kabupaten Kebumen. 

 

Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan dalam konferensi pers di KPK, Jakarta,  Minggu (16/10), mengatakan, KPK menetapkan keduanya setelah melakukan pemeriksaan intensif pasca penangkapan di Kebumen, Sabtu kemarin (15/10).

"Setelah pemeriksaan 24 jam dan gelar perkara, diputuskan meningkatkan status penetapan 2 tersangka terhadap saudara SGW [Sigit Widodo] sebagai PNS di Dinas Pariwisata, kemudian YTH [Yudhi Tri H]," kata Basaria. 

KPK menangkap keduanya karena diduga menerima suap terkait ijon sejumlah proyek di Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kebumen setelah dinas ini akan mendapatkan dana Rp 4,8 milyar dari APBD Perubahan tahun 2016 untuk pengadaan buku, alat peraga, dan TIK.

Pengusaha asal Jakarta kemudian menjanjikan fee sebesar 20% dari total Rp 4,8 milyar kepada kedua tersangka jika proyek tersebut terealisasi hingga akhirnya disepakati pemberian uang sejumlah Rp 750 juta. Dari jumlah itu,  telah diberikan Rp 70 juta. 

"Dia kan dapat 20% sepakat Rp 750 juta, walau ditangkap tangan Rp 70 juta, tapi sudah ada kesepakatan fee 20%. Kalo 20% berani diberikan pengusaha, pengusada pasti untuk untung lebih 20%," kata Basaria. 

Atas perbuatan tersebut KPK menyangka Yudhi dan Sigit melanggar Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal‎ 11 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP.


Reporter: Iwan Sutiawan 

Iwan Sutiawan
16-10-2016 13:33