Main Menu

Duh, PSK Asal Maroko Bertebaran di Jakarta

Wem Fernandez
24-10-2016 13:02

Sejumlah perempuan WNA asal Maroko (Antara/Rosa Panggabean/AK9)

Jakarta, GATRAnews - Maraknya bisnis prostitusi di kawasan Puncak, Bogor, seharusnya menjadi perhatian serius pemerintah melalui Dinas Ketenagakerjaan atau pihak Imigrasi. Tidak hanya Pekerja Seks Komersial (PSK) lokal, dalam bisnis ini juga ditemukan PSK asing asal Maroko.

 
Wakil Ketua Komisi VIII Sodik Mudjahid menyebutkan, adanya PSK asing menunjukkan lemahnya koordinasi antar instansi pemerintahan. Sebab, tidak mungkin kedatangan mereka ke Indonesia menggunakan visa kerja melainkan visa untuk wisata.
 
"Secara sistem pemerintah kita tidak siap menghadapi serbuan orang luar yang datang secara ilegal di era perdagangan bebas ini. Hal ini akan mengancam kehidupan kita, dalam persaingan, ketertiban umum bahkan sisi keamanan dan kejahatan seperti narkoba dan lain-lain yang terbukti banyak dilakukan oleh orang luar," tegas Sodik di Jakarta, Senin (24/10).
 
Dampak sosial juga menjadi ancaman dengan banyaknya PSK ini. Bukan tidak mungkin, dengan membawa gaya hidup ala luar negeri, secara langsung menggerus jati diri penduduk lokal. Budaya free seks juga akan marak sebagai dampak tidak langsung praktik tercela ini.
 
"Dalam jangka panjang hal tersebut akan semakin mengganggu moral, seks bebas generasi muda yang sekarang sudah memprihatinkan," kata politisi Gerindra ini.
 
Kasus PSK asal Maroko ini bukanlah hal baru di Indonesia. Selain di kawasan Puncak, pada Jumat (21/10) pekan lalu petugas Imigrasi menjaring para PSK ini di salah satu diskotek kawasan Senayan.
 
Mereka hanya melayani pria hidung belang asal Timur Tengah atau wisatawan asing. Tarifnya pun fantastis, untuk short time dipatok harga sekitar Rp 5 juta.


Reporter: Wem Fernandez
Editor: Arief Prasetyo

Wem Fernandez
24-10-2016 13:02