Main Menu

Kronologi OTT Pegawai Ditjen Pajak

Andya Dhyaksa
23-11-2016 00:04

R Rajamohanan Nair, Direktur PT EK Prima Ekspor Indonesia (EKP) (GATRAnews/Adi Wijaya/adi3)

Jakarta/GATRAnews. Komisi Pemberantasan Korupsi kembali melakukan Operasi Tangkap Tangan terkait praktek suap oleh pihak swasta kepada PNS di Direktorat Jenderal Pajak. Mereka adalah Handang Soekarno, (Kasubdit Bukti Permulaan Direktorat Penegakan Hukum Ditjen Pajak) dan R Rajamohanan Nair, Direktur PT EK Prima Ekspor Indonesia (EKP). Dalam penangkapan tersebut, penyidik mengamankan barang bukti uang senilai US$ 148.500, atau setara Rp 1,9 Miliar.

 

 

 

Menurut Ketua KPK, Agus Rahardjo, uang tersebut diduga terkait dengan sejumlah permasalahan pajak yang dihadapi PT EKP, antara lain Surat Tagihan Pajak sebesar Rp 78 miliar. Menurut Agus, dengan adanya kongkalikong tersebut, tunggakan pajak sebesar Rp 78 Milyar bisa hilang. “Dari negoisasi, itu akan dibayarkan sejumlah Rp 6 miliar kepada yang bersangkutan [Handang]. Dan Rp 1,9 Milyar itu tahap pertama penyerahan,” ucap Agus dalam keterangan persnya pada Selasa lalu.

 

 

 

Agus mengatakan, operasi ini berlangsung sekitar pukul 20.00, Senin (21/22). Kala itu, penyidik mengikuti Handang beserta supirnya yang hendak melakukan serah terima uang suap di rumah Rajamohanan di Springhill Residences, Kemayoran, Jakarta Pusat. Seusai penyerahan pada pukul sekitar 20.30, penyidik segera menangkap Handang. Tak lama kemudian, penyidik pun menciduk Rajamohanan.

 

 

 

Setelah melakukan pemeriksaan 1x24 jam, KPK pun melakukan gelar perkara anatara pimpinan KPK dan seluruh penyidik. “Kami sepakat meningkatkan status penanganan perkara ke penyidikan sejalan dengan penetapan dua orang [Handang dan Rajamohanan] sebagai tersangka,” kata Agus.

 

Penulis: Andya Dhyaksa

 

Andya Dhyaksa
23-11-2016 00:04