Main Menu

Dahlan Marah Dikaitkan Suap Brotoseno

Andya Dhyaksa
23-11-2016 00:50

Mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan ()GATRAnews/Adi Wijaya/adi3

Jakarta/GATRAnews. Mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan enggan mengomentari kasus dugaan korupsi proyek cetak sawah di Ketapang, Kalimantan Barat, yang tengah ditangani Bareskrim Mabes Polri. Sikap ini ia tunjukan saat penyidik Mabes Polri memeriksa Dahlan Iskan di Mapolda Jatim Jl. A Yani Surabaya pada Jumat (18/11).

 

 

 

Ditemani tiga kuasa hukumnya dan beberapa orang dekatnya, Dahlan tiba di Mapolda Jatim sekira pukul 14.45 WIB. Pemeriksaan Dahlan tersebut berterkaitan dengan kasus Kanit Tipidkor Bareskrim Polri, AKBP Raden Brotoseno, dan Kompol D yang tertangkap tangan menerima suap dari seorang pengacara bernama Harris Arthur Hedar. Nama terakhir ini, pernah beberapa kali mengurus persoalan hukum yang menimpa Jawa Pos Group, perusahaan milik Dahlan. Suap dari Harris kepada dua perwira menengah itu diperantarai oleh LBM

 

 

 

Saat dicegat wartawan, Dahlan enggan berkomentar, termasuk atas pemeriksaan dirinya kali ini. “Ya soal berita terbaru (suap AKBP Brotoseno),” kata Dahlan sesaat sebelum memasuki ruang pemeriksaan. “[Untuk jelasnya], biar tiga pengacara saya yang ngomong. Yang jelas tidak ada (pengacara saya) yang namanya HR,” ujarnya.‎

 

 

 

Riri Purbasari Dewi, salah seorang kuasa hukum Dahlan mengatakan, bahwa kliennya tersebut marah dikaitkan dengan Harris. Sebab, Dahlan tidak mengenal dan tidak pernah bertemu Harris. “Pak Dahlan sendiri sangat marah. Enggak kenal orangnnya siapa, tidak tahu asal-usul dari mana, tiba-tiba muncul berita ini,” tegasnya.

 

 

 

Riri mengakui, HR adalah pengacara sejumlah perusahaan besar di Jakarta. “Termasuk [pengacara] Jawa Pos Group,” kata Riri. Namun Riri memastikan, Dahlan tidak mengenal pengacara tersebut. Sebab, Dahlan sudah sepuluh tahun lebih tidak terlibat dalam urusan manajemen Jawa Pos Group.

 

 

 

Riri menegaskan, pengacara Dahlan dalam kasus proyek cetak sawah tersebut hanya ada tiga orang. “Pengacara Pak DI (Dahlan Iskan) di kasus cetak sawah adalah saya, Mas Imam, dan Mursyid Budiantoro," kata Riri. Kuasa hukum Dahlan lainnya, Imam Syafii, juga mengaku tidak kenal pengacara yang bernama inisial HR. “Saya sendiri tidak tahu siapa HR,” katanya.

 

 

 

Sebagai catatan, dalam sebulan terakhir, pemeriksaan terhadap Dahlan cukup gencar. Selain hari itu, pada 10 dan 11 November lalu, Dahlan juga diperiksa sebagai saksi. Di 2015, Dahlan juga pernah diperiksa dalam kasus yang diduga merugikan negara hingga Rp 208 Milyar tersebut.

 

 

 

Reporter: Abdul Hady JM (Surabaya)

 

 

 

Editor: Andya Dhyaksa

 

Andya Dhyaksa
23-11-2016 00:50