Main Menu

Munarman Dilaporkan ke Polda Bali Karena Diduga Fitnah Pecalang

Tian Arief
16-01-2017 13:41

Denpasar, GATRAnews - Organisasi kemasyarakatan di Bali melaporkan Juru Bicara Front Pembela Islam (FPI) Munarman ke Polda Bali, karena diduga telah melakukan fitnah terhadap Pecalang (petugas keamanan adat) di Bali, yang videonya tersebar di situs jejaring sosial YouTube. "Agar Munarman diproses secara hukum karena itu sudah meresahkan," kata I Gusti Agung Ngurah Harta, Pendiri dan Pembina Yayasan Sandi Murti.

Ngurah Harta, saat melaporkan kasus itu di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu Polda Bali, di Denpasar, Senin (16/1), didampingi puluhan anggota ormas lain, yakni Gerakan Pemuda (GP) Anshor Kabupaten Badung, Laskar Bali, Nahdlatul Ulama, dan Patriot Garuda Nusantara.

Ngurah Harta menjelaskan, umat Islam dan Hindu di Bali memiliki hubungan yang harmonis, bahkan saling membantu ketika keduanya memiliki kegiatan keagamaan masing-masing.

"Pecalang di Bali melempar rumah orang Muslim dan melarang umat Muslim sholat Jumat itu tidak ada. Justru umat Islam sedang salat dijaga oleh Pecalang agar kekhusyukan salat tidak terganggu," imbuhnya kepada Antara.

Untuk itu, ia meminta kepolisian agar memeriksa Munarman terkait ucapannya yang sudah tersebar di YouTube, yang dinilai telah mengganggu plularisme di Bali.

Pihaknya baru mengetahui adanya rekaman tersebut beredar di YouTube, sehingga berinisiatif melaporkan hal tersebut kepada pihak kepolisian.

Sementara itu, Ketua Pimpinan Cabang GP Anshor Kabupaten Badung Imam Bukhori mengatakan, pihaknya mendukung laporan tersebut, karena ucapan salah satu petinggi FPI itu dianggap mengganggu nilai toleransi antarumat beragama di Bali.

"(Tudingan) itu tidak benar. Yang saya bangun adalah setiap kegiatan di masyarakat, baik jaga gereja, menjaga (kegiatan) keagamaan lintas agama, Banser dan Pecalang selalu ada di tempat kegiatan," katanya, seraya menambahkan, kedatangannya bersama ormas lainnya untuk memberikan dukungan moral.

Setelah melapor ke SPKT, ormas tersebut kemudian diarahkan ke Unit Kejahatan Siber Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Bali, karena kasus itu berkaitan dengan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Video Munarman yang diduga memfitnah Pecalang itu beredar di situs YouTube pada laman http://m.youtube.com/watch?v=9gNWN8OCQpo, dengan judul "FPI datangi dan tegur Kompas terkait framing berita antisyariat Islam", saat ia dan beberapa anggota ormas tersebut mendatangi kantor harian Kompas, pada Kamis, 16 Juni 2016.

Dalam rekaman yang berdurasi satu jam 24 menit dan diunggah Markaz Syariah pada 17 Juni 2016 itu, Munarman menyebutkan bahwa Pecalang yang melempari rumah dan melarang umat Muslim salat Jumat, pada menit ke 15.15 hingga 15.16.

"Kompas tidak pernah mengkritik pecalang-pecalang di Bali yang kadang-kadang melempari rumah penduduk, melarang orang salat Jumat, nggak pernah ada kritik dari Kompas, bertahun-tahun itu sudah kita saksikan," ucap Munarman, dalam video tersebut.


Editor: Tian Arief

Tian Arief
16-01-2017 13:41