Main Menu

Pecalang Bali Bantah Tudingan Munarman

Tian Arief
16-01-2017 15:07

Denpasar, GATRAnews - Pecalang Bali membantah tudingan juru bicara Front Pembela Islam (FPI) Munarman, yang menyebutkan bahwa petugas keamanan adat itu melempari rumah penduduk dan melarang kaum muslim melakukan salat Jumat, seperti yang rekaman videonya beredar di YouTube. "Kami tidak ada pelanggaran seperti itu," kata Made Mudra, Ketua Pecalang Provinsi Bali, kepada Antara, di Markas Polda Bali, Denpasar, Senin (16/1).

Begitu pula terkait laporan seperti yang dituduhkan, pihaknya juga tidak menemukan adanya hal tersebut terjadi di Pulau Dewata. Menurut Mudra, hubungan umat Hindu dengan umat agama lainnya, termasuk Islam di Bali berjalan harmonis.

Petugas keamanan adat atau pecalang, lanjut dia, juga kerap membantu pengamanan saat kaum muslim melakukan salat, sama halnya saat umat Kristen merayakan Natal juga turun melakukan pengamanan agar ibadah umat berjalan lancar.

Pecalang, ucap Mudra, juga kerap memberikan bantuan pengamanan kepada umat agama lain di Bali, begitu juga sebaliknya, sehingga toleransi antarumat beragama berjalan lancar.

Ia meminta kepada pecalang di seluruh Bali agar tidak terpancing dengan adanya tudingan yang dilontarkan salah satu petinggi di FPI tersebut.

"Saya meredam sementara dulu, jangan emosi kepada pecalang di masing-masing desa pakraman di seluruh Bali. Mudah-mudahan bisa mengendalikan diri," imbuhnya.

Polisi saat ini tengah mendalami laporan warga muslim di Denpasar, Zet Hasan, kepada Polda Bali tekait adanya rekaman video berisi ucapan Munarman yang menyebutkan bahwa pecalang melempari rumah penduduk dan melarang kaum muslim melakukan salat Jumat.

Video yang diunggah Markaz Syariah pada 17 Juni 2016 itu, berdurasi 1 jam 24 menit, menampilkan Munarman bersama anggota FPI lainnya yang tengah mendatangi kantor harian Kompas di Jakarta, pada 16 Juni 2016, saat menegur media tersebut yang dituding melakukan pengemasan berita antisyariat Islam, seperti tertera pada judul video yang sudah dilihat lebih dari 305 ribu pengunjung itu.

"Kompas tidak pernah mengkritik pecalang-pecalang di Bali yang kadang-kadang melempari rumah penduduk, melarang orang sholat Jumat, engga pernah ada kritik dari Kompas, bertahun-tahun itu sudah kita saksikan," ucap Munarman, pada menit ke 15.15 hingga 15.26 dalam video tersebut.


Editor: Tian Arief

Tian Arief
16-01-2017 15:07