Main Menu

Munarman Mangkir dari Panggilan Polda Bali Tanpa Alasan

Tian Arief
10-02-2017 13:58

Denpasar, GATRAnews - Juru bicara FPI Munarman, sebagai tersangka kasus penghinaan petugas keamanan adat Pecalang, tanpa ada alasan yang jelas tidak datang menghadiri pemeriksaan di Polda Bali yang dijadwalkan pukul 10.00 WITA. "Belum ada konfirmasi dan informasi sampai sekarang baik dari yang bersangkutan maupun tim kuasa hukumnya," kata Komisaris Besar Polisi Kenedy, Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Bali, di Denpasar, Jumat (10/2).

Menurut Kenedy, pihaknya akan menunggu kedatangan tersangka Munarman hingga pukul 00.00 WITA atau hingga ada kabar darinya atau dari kuasa hukumnya. Munarman dijadwalkan diperiksa pada Jumat ini pukul 10.00 WITA, dengan status tersangka bersama dengan Ketua Umum FPI Ahmad Shobri Lubis sebagai saksi.

Kenedy, seperti dilaporkan Antara, menjelaskan, penyidik telah mengirimkan surat panggilan kepada tersangka di Jakarta yang diterima anaknya, dilengkapi tanda terima.

Munarman ditetapkan sebagai tersangka pada Selasa (7/2) dalam kasus penghinaan kepada Pecalang, seperti yang tersebar dalam video di situs YouTube.

Polisi menjerat Munarman dengan pasal 28 ayat 2 juncto pasal 45 a ayat 2 Undang-Undang Nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 tahun 2008 tentang Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan atau pasal 156 KUHP dengan ancaman di atas enam tahun penjara.

Meski diancam hukuman penjara di atas enam tahun penjara, namun polisi tidak menahan tersangka.

"Tidak harus ditahan (kecuali) jika khawatir melarikan diri, menghilangkan barang bukti," kata Ajun Komisaris Besar Polisi Hengky Widjaja, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Bali.

Kuasa Hukum Munarman yang berjumlah 13 orang berencana mendaftarkan gugatan praperadilan terkait penetapan tersangka Jubir FPI itu di Pengadilan Negeri Denpasar.


Editor: Tian Arief

Tian Arief
10-02-2017 13:58