Main Menu

Ahli Bahasa: Ahok Sengaja dan Punya Maksud Sampaikan Al Maidah 51

Iwan Sutiawan
13-02-2017 21:27

Jakarta, GATRAnews - Ahli Bahasa Indonesia dari Universitas Mataram, Mahyuni, menilai, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mempunyai maksud tertentu tentang pernyatannya soal surat Al Maidah 51, ketika pidato di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu. "Dalam ilmu saya, jadi setiap pilihan kata yang disebut orang normal, tidak mungkin tidak punya maksud untuk menyampaikan sesuatu," kata Mahyuni, di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Senin (13/2).

Ahli bahasa yang dihadirkan jaksa penuntut umum Kejaksaan Negeri Jakarta Utara sebagai saksi ini memastikan, bahwa orang normal mempunyai maksud dalam menyampaikan sesuatu baik melalui lisan maupun tulisan.

"Jadi orang berkata-kata itu baik lisan dan tulisan, tetapi dalam setiap ujaran itu pasti ada maksud. Ada maksud setiap orang berbicara, pasti sengaja, pasti terpikirkan dan keluar jadi produksi ujaran," tuturnya.

Menjawab pertanyaan hakim tentang pernyataan Ahok soal Al Maidah itu tidak sengaja atau terpeleset, Mahyuni mengatakan, seseorang menyampakan perkataan itu sudah dipikirkan sebelumnya hingga diucapkan melalui lisan.

"Saya pikir kalau dari segi figur, sebagai orang netral juga saya bicara, itu tadi ketika orang merasa lebih dari yang mendengar, dan keluar kata kan sudah dipikirkan, siapa yang bicara dalam rangka apa juga bicara. Jadi kalau konteksnya masyarakat biasa kan nggak ada urusan," katanya.

Dalam perkara ini, jaksa penuntut umum Kejari Jakut mendakwa Ahok melakukan penodaan agama dan menjeratnya dengan dakwaan alternatif. Dakwaan altenatif pertama, yakni melanggar Pasal 156a KUHP. Dakwaan alternatif keduanya, melanggar Pasal 156 KUHP.


Reporter: Iwan Sutiawan
Editor: Tian Arief

Iwan Sutiawan
13-02-2017 21:27