Main Menu

Tim Advokasi: Gafatar Ormas Ekonomi Tidak Mau Makar

Averos Lubis
25-03-2017 10:15

Tim Advokasi Hak Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan, Agus dan Diaz (GATRA/Averos Lubis)Jakarta, GATRAnews - Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur telah memvonis tiga pimpinan Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) lima tahun penjara,  Selasa (7/3/17) lalu. Vonis pada Ahmad Musadeq, Mahful Muis Tumanurung dan Andry Cahya itu terkait dengan pasal penodaan agama dan makar yaitu pasal 156a KUHP dan pasal 110 juncto pasal 107 KUHP.

 

"Jaksa kemungkinan akan  banding atas vonis tersebut," ujar Agus, salah seorang anggota Tim Advokasi Hak Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan saat berdiskusi dengan redaksi Majalah Gatra, hari ini, Kamis (9/3).

 

Menurutnya Jaksa Penuntut Umum (JPU) Pengadilan Negeri Jakarta Timur sebelumnya menuntut 12 tahun penjara pada tiga pimpinan Gafatar. Namun ketiganya dalam putusan persidangan telah divonis menjadi 5 tahun. "Moga bila terjadi upaya hukum banding nanti dapat berkurang vonisnya," ujarnya.

 

Menurutnya hakim pengadilan harus melihat secara jernih bahwa Gafatar adalah organisasi yang tidak terkait dalam urusan keagamaan dan tindak perbuatan makar. "Gafatar adalah organisasi ekonomi masyarakat, bukan lembaga keagamaan," ucapnya.

 

Walau begitu, sosok Ahmad Musadeq pada 2006 lalu pernah mendirikan sebuah gerakan yang bernama Al-Qiyadah Al-Islamiyah. Alhasil aliran Al-Qiyadah Al-Islamiyah dinyatakan sesat oleh Majelis Ulama Indonesia pada 2007.

 

Diaz salah seorang tim advokasi lainnya menambahkan bahwa di Gafatar tiap anggotanya harus memiliki visi mandiri dalam masalah pangan. "Tiap anggota eks Gafatar itu harus mandiri menanam tanaman menjadi pangan yang dapat dimakan," tuturnya.


Reporter: Averos Lubis
Editor : Dani Hamdani

Averos Lubis
25-03-2017 10:15