Main Menu

Andi Narogong Ikut Serta di 6 Proyek Polri

Averos Lubis
18-03-2017 15:59

Jakarta, GATRAnews - Ketua Presidium Ind Police Watch, Neta S Pane mengatakan Andi Agustunus alias Andi Narogong (AN) pengusaha yang terlibat kasus e-EKTP yang sedang ditangani oleh KPK, juga telah mendapat 6 proyek senilai Rp 600 milyar di lingkungan Polri. “Bahkan saat ini, satu dari keenam proyek itu sudah masuk dalam tahapan proses penawaran,” ujarnya, Kamis( 16/3) di Jakarta.

 

Maka itu, Ind Police Watch (IPW) mendesak Polri supaya segera membatalkan semua proyek yang akan ditangan AN di lingkungan kepolisian. Menurut Neta, jika Polri tidak membatalkan proyek yang akan ditangani oleh, maka pengusaha bermasalah ini akan membawa masalah baru di Polri.

 

“Mengingat AN disebut sebut KPK terlibat memberikan uang suap hingga ratusan milyar kepada sejumlah pejabat dan anggota DPR dalam kasus proyek pengadaan e-KTP,” ujarnya.

 

Keenam proyek yang akan ditangani AN itu semuanya berkaitan dengan teknologi Mambis, yakni alat pengungkapan identitas melalui sidik jari. Sekedar informasi, bila dicermati proyek ini hampir sama dengan e-KTP yang bermasalah. Sayangnya, proyek e-KTP saja bermasalah, namun Polri malah memberikan proyek Mambis kepada AN.

 

Baca Juga:

KPK Cekal 9 Orang, termasuk Andi Narogong, terkait E-KTP

Tim Fatmawati Turut Atur Skenario Proses Pengadaan e-KTP

 

Neta mengatakan bahwa proyek Mambis yang akan dikerjakan AN di Polri ada enam item, yakni pengembangan alat Mambis dan face recognation mobile untuk Polda Aceh, Sumut, dan Riau senilai Rp 100 milyar.

 

Untuk Polda Kepri, Jambi, Bengkulu, Sumsel, Babel, Lampung dan NTB senilai Rp 100 milyar.

 

Untuk Polda Metro Jaya Rp 100 milyar. Untuk Polda Jateng-DIY Rp 100 milyar.

 

Untuk Polda Jatim Rp 100 milyar dan untuk Pusat Data Penguatan Mambis di Jakarta Rp 100 milyar.

 

Neta mengimbau Polri segera membatalkannya agar kepolisian tidak terbelit masalah seperti KTP sekarang ini. “Kegunaan peralatan Mambis ini tidak jelas manfaatnya dan cenderung bermasalah seperti e-KTP,” ujarnya.


Reporter: Averos Lubis
Editor : Dani Hamdani

 

Averos Lubis
18-03-2017 15:59