Main Menu

IPW: Andi Narogong Terlibatan dalam 30 Proyek Polri Sebesar Rp 1,5 Trilyun

Averos Lubis
25-03-2017 10:05

Jakarta, GATRAnews - Andi Narogong bermain proyek di Polri tidak hanya berjumlah Rp 600 milyar. Melainkan mencapai angka Rp 1,5 trilyun. Ketua Presedium Ind Police Watch, Neta S Pane menjelaskan Indonesia Police Watch (IPW) menelusuri kembali total Proyek yang akan dipegang Andi Narogong di Polri itu totalnya ada ada 30 proyek pengadaan.

 

“Perinciannya, Proyek Mambis di 13 propinsi senilai Rp 600 milyar, Proyek penguatan Mambis di 13 propinsi Rp 705 milyar, Proyek R2 Ranmas Dalmas 250 cc wilayah Barat Rp 50 milyar, wilayah Tengah Rp 50,1 milyar, dan wilayah Timur Rp 50 milyar,” ujarnya Senin (20/3), kepada GATRA melalui telepon seluler


Neta melanjutkan bahwa proyek Mambis itu sebetulnya belum ditender, namun Andi Narogong sudah mendapat Proyek Penguatan Mambis di 13 Propinsi. Padahal menurutnya proyek penguatan itu baru bisa dilakukan setelah proyek awal selesai dikerjakan dan dievaluasi terjadi kekurangan atau perlu penambahan. Adapun baru dilakukan lagi proyek penguatan untuk memperkuat dan memaksimalkan proyek awal atau proyek pertama.


Menurutnya, sosok Andi Narogong dibalik tindakan keberanian bermain di proyek Polri dan melakukan tindakan lacung memainkan proyek e-KTP karena ada kerjasama dengan oknum pimpinan parlemen. “Oknumnya kita sebut saja berinisial SN yang mengintervensi oknum-oknum di Polri,” ujarnya.

 

Lebih lanjut, kabar Andi Narogong telah diketahui mengikuti proyek di Polri dan diindikasi melakukan tindakan culas, sejak era Kapolri Badrodin Haiti dan Kapolri Tito Karnavian. Neta mengatakan bahkan IPW telah melaporkan hal ini ke Kapolri dan Wakapolri.

 

Alhasil, menurutnya, Wakapolri Komjen Syafruddin kepada Ind Police Watch (IPW) telah meneleponnya pada Sabtu kemarin bahwa Polri sepakat membatalkan semua proyek pengadaan yang melibatkan Andi Narogong. “Kita berharap pimpinan Polri konsisten karena publik akan memantau terus perkembangannya,” tuturnya.


Reporter : Averos Lubis
Editor : Dani Hamdani

 

Averos Lubis
25-03-2017 10:05