Main Menu

Prof Hamka: Tabayyun Perlu, Karena Terduga Tahu Apa Yang Diperbuatnya

Iwan Sutiawan
29-03-2017 19:18

Jakarta, GATRAnews - Prof. Dr. Hamka Haq berpendapat, MUI seharusnya melakukan klarifikasi (tabayyun) terhadap Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), tentang maksud ucapannya soal Al Maidah 51 di Kepulauan Seribu, beberapa waktu lalu, karena terduga yang paling tahu apa yang diperbuatnya, terutama jika perbuatannya bertentangan dengan keseharian dia.

"Ya, terutama kalau itu terjadi sangat bertentangan dengan track record yang bersangkutan," kata Hamka, saat memberikan pendapat dalam sidang perkara penodaan agama dengan  terdakwa Ahok, di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Rabu (29/3).

Hamka kemudian memberikan contoh. "Misalnya gini, ada orang yang kebiasaanya membantu orang lain, ada orang yang sering menasehati orang lain supaya anak-anaknnya bagus tidak terlibat narkoba dan lain-lain," katanya.

Kemudian, lanjut Hamka, tiba-tiba suatu saat ditemukan sabu-sabu di kopernya. "Ini bertentangan dengan sehari-hari, ya harus tabayyun, kenapa ini? Jangan hanya lihat apanya, tapi lihat mengapanya. Jangan-jangan ada orang yang sengaja mau jatuhkan. Ini sebagai contoh saja," katanya.

Dalam mengambil keputusan, pihak terkait harus memperhatikan atau mempertimbangkan kehidupan sehari-hari pihak tertuduh, karena kehidupan sehari-hari itu bisa mengantarkan kita mengtahui seseorang.

"Ya, karena kehidupan seseorang itu bisa mengantarkan kita untuk mengetahui seseorang. Saya beri contoh, misalnya ada orang yang sudah biasa ambil barang orang lain, tetangganya, saudaranya, teman, teman kerja, tiba-tiba dia jalan, ada barang tercecer. Pasti orang itu ambil barang itu, ada track recordnya. Track record itu untuk mengantar kita ambil kesimpulan, orang ini kalau begini pasti begini," katanya.


Reporter: Iwan Sutiawan
Editor: Tian Arief

Iwan Sutiawan
29-03-2017 19:18