Main Menu

Koalisi Minta Jokowi Bentuk Tim Usut Teror Terhadap Novel

Iwan Sutiawan
11-04-2017 17:15

Jakarta, GATRAnews - Koalisi Masyarakat Sipil meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) membentuk tim gabungan dari penegak hukum dan elemen lainnya untuk mengusut kasus penyiraman air keras terhadap Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan. "Mudah-mudahan Presiden Jokowi segera ambil langkah, bentuk tim gabungan Polri dan unsur sipil lainnya untuk memburu pelaku," kata Busyro Muqoddas, dari Koalisi Masyarakat Sipil, di KPK, Jakarta, Selasa (11/3).

Mantan Wakil Ketua KPK ini berpendapat, pembentukan tim gabungan dari berbagai elemen ini memudahkan aparat mengungkap dan menangkap para pelaku serta dalangnya. "Saya kira nggak sulit Polri buru pelaku asal bersama pemerintah dan masyarakat sipil," katanya.

Aksi penyiraman air keras itu merupakan teror terhadap Novel yang sudah direncanakan dan terorganisir. Ancaman itu tak terlepas dari posisi Novel sebagai penyidik KPK yang sedang menangani megakorupsi.

"Kami baca posisi Novel nggak bisa dilepaskan dari posisi kasus yang dia tangani dengan penyidik lain," kata Busyro.

Karena itu, Koalisi Masyarakat Sipil meminta Jokowi segera membentuk tim gabungan tersebut. Terlebih, aksi teror terhadap Novel bukan hanya berlangsung kali ini saja terkait kasus korupsi yang sedang ditangani KPK. Percobaan pembunuhan sudah sering terjadi terhadap Kasatgas kasus korupsi e-KTP itu.

"Novel seingat saya mengalami upaya penyiksaan, mungkin lebih dari pada itu pembunuhan sudah berkali-kali. Pertama, saat tugas di KPK untuk kasus travel cek. Kedua, ketika penggeledahan di kantor Korlantas Mabes Polri yang berakhir dijadikan tersangka untuk kasus 2004 di Bengkulu," ujanya.
 
Busyro melanjutkan, "Ketiga adalah ketika dia [Novel] ditabrak dalam perjalanan dari rumah ke kantor, dan yang terakhir adalah kasus ini [penyiraman air keras]," ujarnya.


Reporter: Iwan Sutiawan
Editor: Tian Arief

Iwan Sutiawan
11-04-2017 17:15