Main Menu

KPK Ambil Bagian Pengusutan Teror Terhadap Novel

Iwan Sutiawan
12-05-2017 23:40

Novel Baswedan (GATRA/Jongki Handianto/AK9)

Jakarta, GATRAnews - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memutuskan untuk ambil bagian dalam mengungkap pelaku dan dalang kasus penyiraman air keras terhadap penyidiknya, Novel Baswedan, karena sudah sebulan belum berhasil diungkap. "Ini konsen bagi KPK untuk pertimbangkan langkah-langkah yang dilakukan, baik koordinasi dengan Polri atau permintaan ke presiden, karena kita hormati instruksi presiden ke Polri untuk perintahkan cari siapa pelaku penyerangan ini," kata Febri Diansyah, juru bicara KPK, di Jakarta, Jumat (12/5).

Sedangkan soal cara KPK untuk membantu Polri mengungkap pelaku dan aktor utamanya, menurut Febri, pihaknya sedang memikirkannya. Tapi untuk mengungkap kasus ini, perlu strategi khusus agar para pelaku segera terungkap.

"Lewat dari 30 hari, kita nggak bisa hanya nunggu saja. Perlu ada strategi lain yang diperlukan. Dan kita yakin presiden konsen betul karena dia kutuk keras aksi tersebut," ujar Febri.

Wartawan menanyakan lebih jauh soal strategi yang mungkin bisa dijalankan dan disampaikan kepada presiden. "Kita belum sampai secara spesifik, apa dibentuk tim independen TPF atau perkuat tim yang ada, atau joint operation," ujarnya.

Febri menjelaskan, pihak keluarga Novel mengaku kecewa karena sudah sebulan pelaku penyiraman belum juga terungkap. Bahkan, AL yang sempat ditangkap dan dimintai keterangan pun belum memberikan titik terang.

"Kami juga mendapatkan informasi dari pihak Novel dan keluaga, bahwa pihak keluarga cukup kecewa karena lebih dari satu bulan pelaku penyerangan belum terungkap," ujarnya.

Kasus penyiraman air keras ini harus segera dituntaskan, karena bukan hanya Novel, tapi juga menyangkut penyidik KPK lainnya dan juga masyarakat pegiat pemberantasan korupsi. Terlebih, aksi-aksi untuk meneror para pegiat pemberantasan korupsi bukan hanya terjadi kali ini saja.

"Ini bukan hanya Novel tapi kekhawatiran pada penyidik KPK lainnya dan seluruh unsur masyarakat yang memberantas korupsi. Kita tahu tidak terjadi sekali dua kali. Tidak ada yang kita tahu dengan tuntas," ujarnya.


Reporter: Iwan Sutiawan
Editor: Tian Arief

Iwan Sutiawan
12-05-2017 23:40