Main Menu

Polri Sukses Amankan 151 WN Tiongkok Terkait Kejahatan Siber

Arif Prasetyo
30-07-2017 01:09

Ilustrasi (GATRAnews/AK9)

Jakarta, GATRAnews – Petugas gabungan Polri berhasil menangkap puluhan Warga Negara Tiongkok yang diduga sindikat kejahatan siber internasional pada Sabtu (29/7) secara bersamaan. Ada tiga lokasi polisi melakukan penggerebekan yakni Jakarta, Surabaya dan Bali. Hasilnya sebanyak 151 WN Tiongkok diamankan polisi.


Sebagaimana dilansir Antara, di Jakarta polisi mengamankan 27 WN Tiongkok di Jalan Sekolah Duta Pondok Indah Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

"Dugaan kejahatan siber internasional dengan modus operasi penipuan dan pemerasan," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Polisi Rikwanto di Jakarta, Sabtu.

Rikwanto mengatakan, petugas gabungan Polri itu terdiri dari Direktorat Siber Badan Reserse Kriminal (Bareskrim), Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya dan Polres Kota Depok pimpinan Ajun Komisaris Besar Polisi Didik Sugiarto.

Rikwanto mengungkapkan para pelaku berjumlah 27 orang terdiri dari 15 orang pria dan 12 orang perempuan yang berasal dari Tiongkok atau China.

Sementara, di Bali Tim Satuan Tugas Khusus Badan Reserse Kriminal Polri bersama Polda Bali dan Kepolisian Tiongkok menggerebek pelaku di Perumahan Puri Bendesa, Benoa Kuta Selatan, Kabupaten Badung.

"Petugas menggerebek dan menangkap pelaku penipuan dan pemerasan melalui telepon yang berjumlah 31 orang warga asing," kata Rikwanto.

Di Surabaya polisi menggerebek empat rumah di Darmo Permai Golf atau Graha Famili Surabaya dan mengamankan 93 pelaku.

Rikwanto mengatakan, tim Satgassus berjumlah 19 orang dipimpin Wakil Direktur Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri Komisaris Besar Polisi Tuna Gogo Sinombing dan Satgas CTOC Polda Bali berjumlah 21 orang dipimpin Kombes Polisi Kennedy, serta sembilan petugas Kepolisian Tiongkok.

Rikwanto mengungkapkan kasus kejahatan itu berdasarkan informasi dari Kepolisian Tiongkok yang disampaikan kepada Mabes Polri terkait banyak Warga Tiongkok yang berada di Bali.

"Kemudian petugas memetakan tempat yang diduga dijadikan phone fraud (kejahatan via telepon)," ujar Rikwanto.

Para pelaku diketahui melakukan kejahatan penipuan dan pemerasan terhadap sesama Warga Tiongkok dengan modus mengaku sebagai aparat penegak hukum.

Awalnya, pelaku menghubungi dan mengancam korban yang merupakan Warga Tiongkok terlibat kasus hukum sehingga korban panik.

Selanjutnya, pelaku meminta sejumlah uang bertujuan supaya korban tidak dijerat kasus hukum yang dituduhkan.

"Setelah korban mengirimkan uang baru menyadari tertipu, selanjutnya melaporkan ke kepolisian Tiongkok," tutur Rikwanto seraya menambahkan sindikat itu telah beroperasi melakukan kejahatan di Indonesia sejak Maret 2017.

Di Jakarta polisi menyita barang bukti berupa tujuh unit komputer jinjing (laptop), 31 unit iPad mini, satu unit iPad, 12 unit "handytalky", 12 unit "router wireless", tiga unit jaringan telekomunikasi, empat telepon selular, 17 "keypad numeric" dan 20 lembar kartu tanda penduduk Tiongkok.


Editor: Arief Prasetyo

Arif Prasetyo
30-07-2017 01:09