Main Menu

KPK Belum Akan Terlibat Langsung di Tim Investigasi Penyerangan Kepada Novel

Iwan Sutiawan
01-08-2017 11:15

Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian menyampaikan perkembangan kasus penyerangan terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan, di Kantor Presiden, Jakarta (Antara/Puspa Perwitasari/AK9)

Jakarta, GATRAnews - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan belum akan terlibat langsung dalam tim investigasi yang dibentuk Polri karena pengungkapan kasus teror penyiraman air keras kepada Novel Baswedan bukan merupakan kewenangan KPK.



"Kami pandang, kami menghormati kewenangan Polri, karena sejauh ini [kasus penyiraman terhadap Novel] masih dalam domain pidana umum," kata Febri Diansyah, juru bicara KPK, saat dikonfirmasi, Selasa (1/8).

Tugas dan wewenang KPK, lanjut Febri, sesuai Undang-Undang (UU) Nomor 30 Tahun 2002 tentang KPK, bahwa KPK tidak berwenang mengusut kasus tindak pidana umum seperti kasus yang menimpa Novel Baswedan, karena hanya berhak mengusut kasus korupsi dan pencucian uang.

"KPK tentu hanya dapat menjalankan tugas sepanjang sesuai dengan kewenangan di UU [KPK]," ujar Febri.

Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian menyampaikan soal pembentukan tim investigasi kasus penyerangan terhadap Novel itu, lanjut Febri, saat dia bertandang ke KPK beberapa waktu lalu.

Setelah ada pernyataan terbuka Tito Karnavian, KPK akan kembali melakukan koordinasi dengan Polri. Terlebih Polri sudah membentuk tim investigasi untuk mengungkap siapa pelaku penyiraman air keras terhadap Novel itu.

KPK juga masih terus menunggu hasil kerja Polri karena sudah lebih dari 3 bulan pasca-kejadian pada Selasa 11 April 2017 itu belum berhasil diungkap dan menangkap siapa pelaku dan dalangnya.

"Karena domain kasus ini adalah tindak pidana umum, kami kira kita perlu menunggu perkembangan hasilnya dari Polri," kata Febri.


Reporter: Iwan Sutiawan

Iwan Sutiawan
01-08-2017 11:15