Main Menu

Tersandung Kasus Beras, Direktur PT Jatisari Ditetapkan sebagai Tersangka

Nur Hidayat
29-08-2017 17:43

Brigjen Pol Agung Setya (kiri) dalam gelar perkara kasus beras (GATRAnews/ANTARA/Reno Esnir)

Jakarta, GATRAnews - Penyidik Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus (Dit Tipideksus) Bareskrim Polri menemukan tindak pidana atas produksi dan distribusi beras pada PT Jatisari. Alhasil satu orang ditetapkan kembali sebagai tersangka yakni Direktur PT Jatisari berinisial M.

Sebelumnya penyidik juga menetapkan Direktur PT Indo Beras Unggul (IBU berinisial TW sebagai tersangka dalam kasus yang hampir sama. Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri Brigjen Agung Setya mengatakan PT Jatisari merupakan perusahaan beras yang memprodukai beras kemasan berbagai merek.

Dari hasil penyidikan diketahui beras kemasan tersebut tidak sesuai dengan label maupun kualitasnya. Untuk kasus PT Jatisari, penyidik telah memeriksa 10 saksi dan tiga ahli dan memeroleh hasil laboratorium atas kualitas beras. Setelah itu dilakukan gelar perkara secara eksternal yang melibatkan unsur pengawas dari Biro Pengawas Penyidikan, Propam, maupun Itwasum dan Divisi Hukum Polri.

"Dari hasil gelar perkara dan verivikasi fakta-fakta penyidikan disimpulkan terdapat perbuatan melawan hukum yang dilakukan Direktur PT Jatisari yakni saudara M. Kita tetapkan sebagai tersangka dan dilakukan penahanan pada tanggal 28 Agustus 2017," kata Agung melalui keterangan pers yang diterima GATRAnews, Selasa (29/8).

Tersangka M kata Agung diduga melanggar pasal 62 Jo Pasal 8 ayat (1) huruf E,F dan I, dan pasal 9 huruf H UU nomor 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dan/atau Pasal 144 jo Pasal 100 ayat (2) UU nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan dan/atau Pasal 3 UU nomor 8 Tahun 2010 Tentang Pencegahan dan Pemberantasan TPPU dan/atau Pasal 382 BIS KUHP. "Ancaman hukumannya maksimal 20 tahun," tutur Agung.



Kasus PT IBU dan PT Jatisari hampir sama. PT IBU memproduksi beras merek Maknyuss dan Cap Ayam Jago Merah tidak sesuai dengan apa yang tercantum dalam label. Dari proses penyidikan, penyidik menemukan beras dalam kemasan yang diproduksi PT IBU tidak sesuai dengan yang dijanjikan pada label kemasan. Penyidik bersama dengan ahli telah mengambil sampel 21 produk merek beras yang diproduksi oleh PT IBU, kemudian dilakukan uji Laboraturium.

Hasil laboraturium menerangkan 20 merek beras yang di produksi PT IBU tidak sesuai dengan apa yang dijanjikan pada label kemasan, dengan  kualitas mutu yang rendah. Bareskrim menerima pengaduan dari perusahaan ritel yang merasa tertipu karena ternyata produk beras PT IBU yang diorder tidak sesuai dengan spesifikasi kontrak pemesanan.


Reporter: DPU

Editor: Nur Hidayat

Nur Hidayat
29-08-2017 17:43