Main Menu

Bea Cukai Paparkan Implementasi Gender Equality and Diversity di The 9th WCO Working Group Meeting on Gender Equality and Diversity

Fatma
10-09-2018 17:41

Jakarta, Gatra.com - Bea Cukai (BC) kembali diundang untuk hadir dan menjadi penyaji dalam Pertemuan Kelompok Kerja WCO (World Costumer Organizational) ke-9 tentang Kesetaraan dan Keanekaragaman Gender, pada hari Rabu tanggal 5 September 2018, di Brussel, Belgia.

Rapat yang diikuti oleh beberapa anggota WCO, seperti Islandia, Amerika, Australia, Uganda, Swedia, dan Indonesia ini dipimpin oleh wakil pimpinan WCO Capacity Building Direktorat dan Program Koordinator Program Peningkatan Kapasitas HMRC-WCO-UNCTAD TFA.

Pelaksana Tugas (Plt) Dibrektur Kepabeanan Internasional dan Antar Lembaga Bea Cukai, Ambang Priyonggo mengungkapkan bahwa dalam pertemuan tersebut, setiap negara memetakan kampanye pembangunan kesetaraan gender dan keberagaman (GED) di administrasi kepabeanan masing-masing. Topiknya yaitu “Kesetaraan Gender dan Fasilitasi Perdagangan”, yang merupakan prinsip ke-5 Administrasi Kepabeanan dan Stakeholder Relation dari WCO GEOAT (Gender Equality and Organizational Assessment Tool) beserta indikatornya.

Untuk kelima kalinya Indonesia hadir di working group meeting ini. Secara virtual konferensi untuk tenaga anggaran, bertempat di Ruang Menteri Kantor Pusat Bea Cukai, delegasi Indonesia dipimpin oleh Kepala Seksi Multilateral I Direktorat Kepabeanan Internasional dan Antar Lembaga,.

Selain itu juga dihadiri para pejabat penanggung jawab GED dari Bea Cukai, juga mengundang para atase Bea Cukai negara mitra di Indonesia, seperti Australia, Malaysia, Belgia, Selandia Baru, dan Korea, dan Tim Pokja Pengarus Utamaan Jenis Kelamin (PUG) Kantor Pusat Bea Cukai.

Hal ini sebagai bentuk dari Kantor Pusat Bea Cukai yang akan mengikuti implementasi PUG antar Eselon I di Kementerian Keuangan. Selanjutnya, Ambang menambahkan Indonesia memaparkan implementasi GED di Bea Cukai.

Bea Cukai telah berlandaskan hukum dalam mengimplementasikan kebijakan dan inovasi GED di lima area, meliputi pekerjaan dan kompensasi, keseimbangan kehidupan kerja dan pengembangan karir, kesehatan-keselamatan-kebebasan kekerasan, pemerintahan dan kepemimpinan, dan administrasi kepabeanan dan hubungan pemangku kepentingan, jelasnya.

Bea Cukai telah memaparkan kebijakan responsif gender dan inovasi apa saja dalam memfasilitasi perdagangan di tiga area, mencakup Kebijakan dan Prosedur Kepabeanan, Operasi Perbatasan, dan Hubungan Pemangku Kepentingan.

Kebijakan dan program responsif gender terkait prinsip ke-5 GEOAT dan indikatornya, yang telah dilaksanakan Bea Cukai + lain program Service Level Agreement untuk peningkatan kualitas layanan publik Bea Cukai, modernisasi dan otomasi prosedur melalui sistem Pertukaran Data Elektronik (PDE), strategi komunikasi dengan stakeholder untuk mengakses 24/7 informasi dan keluhan, kebijakan pro UKM yaitu KITE IKM, melaksanakan pelatihan dan workshop reguler untuk para pemangku kepentingan, dan berbagai layanan dan layanan di lintas batas, termasuk sarana dan sinergi antar lembaga.

Atas pemaparan ini, WCO memberikan apresiasi atas Bea Cukai dalam pelaksanaan GED yang dapat digunakan untuk membuat informasi yang lain, seperti mengembangkan sistem pengaduan dari manual (meja) menjadi aplikasi online SIPUMA, termasuk contact center layanan 24/7 Bravo BC, penyelenggara seminar GED dengan mengundang pakar GED nasional dan internasional, melakukan lomba implementasi infrastruktur GED antar kantor pelayanan, strategi kehumasan kemitraan, dengan membuat Kanal BC Radio TV dan berbagai video, dan juga sebagai sarana diseminasi GED, dan mengundang berbagai narasumber / ahli dalam acara kehumasan Bea Cukai berdasarkan kompetensi dan GED.

Fatma
10-09-2018 17:41